Latih Karang Taruna, Mahasiswa UM Kenalkan Furniture 2D


MALANG- Mahasiswa UM mengenalkan usaha furniture kreatif kepada pemuda Karang Taruna Desa Kucur Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Melalui program pengabdian masyarakat, tim Program Kreativitas Mahasiswa yang terdiri dari Maria Carolina, Yusril Dwi Ihza M, Dyah Ayu Pangastuti Ardiani, M. Komarrudin Zuhdi, dan M. Fadil Nofrin menggelar program Pelatihan Teknik Kerja Furniture Kayu (PETE JATAYU).
“Sebanyak 80% masyarakat di desa tersebut adalah lulusan SD. Sebelumnya di desa tersebut pernah mengikuti pelatihan teknik kerja tapi tidak berkelanjutan. Menurut kami, setidaknya mereka perlu memiliki teknik dasar yang dapat dimaksimalkan untuk membangun desa mandiri,” ujar Mahasiswa Teknik Sipil UM, Dyah Ayu Pangastuti Ardiani kepada Malang Post.
Dalam program techno-preneur ini, mahasiswa menyasar 27 anggota Karang Taruna. Mereka juga mengenalkan pembelajaran keahlian desain dan pemasaran technopreneur.
“Kami menekankan desain 2D dengan mengarahkan anggota karang taruna untuk dapat memvisualisasikan keinginan konsumen. Nantinya peserta harus memiliki kompetensi dasar desain dasar 2D dan perencanaan awal pekerjaan untuk pembuatan produk furniture,” ungkap wanita berjilbab ini.
Tak hanya pelatihan, tim yang berasal dari jurusan Teknik Sipil UM ini juga memberikan alat penunjang berupa jigsaw atau gergaji listrik dan bor masing-masing satu unit. Melihat perkembangan selama dua minggu pelatihan, mahasiswa UM mengaku program PETE JATAYU dinilai berhasil. Indikatornya yakni anggota Karang Taruna memiliki keinginan berwirausaha.
“Sasarannya memang Karang Taruna agar mereka lebih produktif. Mereka bahkan dapat membuat lemari multifungsi yang dapat digunakan sebagai tempat untuk setrika. Ke depan kami juga menyusun program agar mereka dapat mulai memproduksi meja portable untuk anak TK,” ulasnya.
Kendala selama pelatihan adalah pendidikan anggota Karang Taruna yang masih rendah. Sehingga membuat mereka kesulitan dalam menyusun proses rencana anggaran yang didalamnya mengandung unsur pengukuran. Meski begitu, peserta pelatihan tetap antusias untuk menghasilkan produk. Bahkan, produk mereka akan dipamerkan pada bina desa Juli mendatang.
“Kami berkomitmen pelan-pelan mendampingi mereka hingga mampu mandiri berwirausaha. Terlebih kami juga mengajak perusahaan mebel untuk membantu memasarkan produk mereka. Ke depan kami juga akan membantu mereka untuk dapat bekerja sama dengan UMKM agar semakin berkembang,” tutupnya. (mg3/sir)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...