Unisma Akan Bangun Mall Mini


MALANG - Unisma menyiapkan mall mini untuk mahasiswanya yang akan belajar wirausaha. Fasilitas ini dapat digunakan mahasiswa sebagai sarana memulai usaha dengan sistem sewa, hingga nantinya mahasiswa dapat mandiri membuka usaha di luar kampus.
“Mata kuliah entrepreneur dalam rangka mengembangkan potensi mahasiswa ke depan akan ditunjang dengan pembangunan mall mini. Mall mini bukan semata-mata untuk laboratorium, tapi mahasiswa juga harus berani mengembangkan usahanya dengan menyewa tempat di sana,” ujar Rektor Unisma, Prof Dr Maskuri MSi usai ditemui pada kuliah tamu Get Ready To Be Enterpreneur and Expand Our Relation di Unisma, kemarin.
Mall mini yang berbentuk outlet tersebut nantinya akan dijadikan sebagai pengembangan model entrepreneur di kampus. Konsep ini diadopsi dari sistem perkuliahan di UPM Malaysia yang menyiapkan mahasiswa sebuah bangunan mall, agar mahasiswa ke depan dapat menyewa di sana dari hasil pendapatannya. Sehingga tentu mahasiswa tak hanya mempelajari teori saja, tapi juga dapat mengimplementasikannya.
“Ke depan juga harus membuat organisasi, semacam cluster-cluster pada tingkat mahasiswa untuk dibimbing dosen, dimana terdapat leader, akuntan, marketing hal-hal yang terkait dengan pengelolaan usaha sehingga siap mengimplementasikan teori bersama,” tandasnya.
Tak berhenti di sana, Unisma juga mendorong dosen yang mengajar mata kuliah entrepreneur dapat memiliki kompetensi mumpuni dalam menumbuhkan semangat jiwa entrepreneur. Sehingga ke depan dosen wirausaha akan dikumpulkan untuk mendapat workshop bagaimana mengembangkan mata kuliah tak hanya sekadar teori saja, tapi juga dapat menghasilkan sesuatu.
Wakil Rektor 2 Unisma, Noor Shodiq Askandar, SE.,MM, menegaskan pentingnya pembinaan bagi dosen melalui praktisi.
“Kami akan mendorong mereka dengan materi technopreneurship dengan menggabungkan mulai usaha kuliner, fashion, dan teknologi. Pembinaan berkelanjutan tak hanya dilakukan oleh mahasiswa saja, tapi juga mengadakan workshop bagi dosen melalui kerja sama dengan dengan UPM Malaysia,” terang Shodiq.
Sementara itu, Owner Nelongso Nanang yang menjadi narasumber dalam kuliah tamu Get Ready To Be Enterpreneur and Expand Our Relation, Sabtu, (2/6/) mengungkapkan, kebanyakan generasi muda terlalu lama menunggu motivasi dalam memulai usaha. Kendala yang sering mahasiswa temui yakni tidak fokus, padahal dalam memulai usaha mahasiswa harus mampu mencari masalah sekaligus menciptakan solusinya. Nanang, sapaan akrabnya memberi tips kepada mahasiswa Unisma dalam menjalankan usaha sehingga dapat bersaing yakni 3+1, 3 ter dan satu-satunya.
“Pentingnya entrepreneur bagi mahasiswa, jangan diartikan kita harus punya bisnis dulu tapi menumbuhkan jiwa entrepreneur. Sehingga memiliki daya juang dan pantang menyerah dalam keadaan. Menumbuhkan jiwa itu harus kembali pada diri sendiri apa yang menjadi target masa depan. Sejak kecil saja kita mampu bermimpi tinggi, kenapa saat dewasa tidak mampu bermimpi besar,” imbuh Nanang. (mg3/adv/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...