Peraih Nilai Tertinggi USBN SD, Kayla Punya Kebiasaan Belajar Sebelum Salat Subuh

Malang Post, Kayla Nadine Ameera Langie, siswi kelas VI SD Insan Amanah ini mampu meraih nilai tertinggi USBN SD se-Kota Malang berkat ketekunannya belajar. Dia berhasil menduduki peringkat pertama dengan nilai Bahasa Indonesia 90.2, Matematika 97,4, dan IPA 97,2 dengan total 284,8. Satu hal penting yang patut ditiru dari Kayla sapaan akrabnya, adalah ia selalu bangun jam 4 pagi!
Ya, Kayla sapaan akrabnya bisa mencapai semua itu lantaran Ia tidak pernah absen bangun jam 4 pagi untuk belajar. Kebiasaan tersebut dijalaninya sejak masuk ke SD hingga sekarang. Bahkan ketika sang mama telat membangunkan saat Subuh, maka paginya ia pasti menangis.
“Setiap hari bangun pagi sebelum Salat Subuh kemudian belajar, karena pulang sekolah sudah sore, kemudian mengaji dan sesudah Isya ngantuk, jadi belajarnya pagi,” beber Kayla.
Pencapaiannya ini juga tidak lepas dari kebiasaannya belajar fokus dan tuntas. Apabila ada yang tidak dipahami mengenai materi tersebut, maka ia mencari tahu dengan banyak membaca buku dan mencarinya di internet.
Ia melanjutkan, kebiasaannya belajar sebelum Salat Subuh semakin intens ketika akan menghadapi ulangan harian. Meskipun orang tua terutama Bunda sering kali komplain dengan sistem belajarnya, namun itu tidak menyurutkan niatnya bangun pagi dan belajar.
“Biasanya Bunda komplain, masih kecil perjalanan masih panjang jangan terlalu lebay belajarnya,” ungkap anak nomor dua dari tiga bersaudara ini.
Di sisi lain Kayla memilih belajar pagi hari karena di waktu itu apa yang dipelajarinya lebih mudah masuk dan diingat. Karena bangun pagi pikiran selalu fresh dan badan masih bugar sehingga materi lebih mudah diterima.
Mulanya Kayla tidak mengetahui kalau Ia mendapatkan nilai USBN tertinggi di Kota Malang. Ia tahu dari teman, orang tua temannya serta wali kelas yang memberitahunya. Mulanya ia tidak percaya, namun mempercayai kabar tersebut setelah membaca koran Malang Post dan seketika langsung sujud syukur kepada Allah SWT.
“Alhamdulillah, semoga di pendidikan selanjutnya juga bisa menuai prestasi,” ucap Kayla, yang juga sudah diterima di MTs N 1 Malang pada jalur unggulan ini.
Menurutnya, saat menghadapi USBN tantangan terbesar yakni adanya soal esai yang diterapkan mulai tahun ini. Untuk menjawab soal tersebut dibutuhkan jawaban uraian dengan penulisan tepat dan tulisannya harus bagus, sehingga mudah dipahami ketika orang lain membacanya.
Putri dari dr. Troupy Mirensy Langie dan Nuril Arafah, SH, MKn ini tidak hanya mendapatkan nilai tertinggi saat USBN saja. Namun saat try out yang diikuti ia kerap kali mendapatkan nilai tertinggi di sekolahnya baik tingkat kecamatan maupun kota.
Sementara itu, orang tua Kayla, Nuril Arafah, SH, MKn, mengatakan, Kayla memang selalu bangun pagi untuk belajar, apabila tidak dibangunkan jam 4 pasti paginya menangis. Padahal sebagai orang tua tidak pernah memaksa.
“Kami hanya sekadar mensupport, dulu tidak tega jadi sering saya bangunkan kesiangan, dia minta jam 4 pagi saya bangunkan jam 5 kurang, saat itu dia nangis, akhirnya saya mengalah,” terang Nuril.
Nuril melanjutkan, ketika masih awal masuk SD Ia yang sering membangunkan Kayla, namun lama kelamaan sudah menjadi kebiasaan akhirnya bangun sendiri. Bahkan ketika ia bangun untuk Salat Subuh, saat dilihat Kayla sudah bangun dan sedang membaca buku.
“Alhamdulillah usahanya membuahkan hasil, saya sebagai orang tua sangat bersyukur, mudah-mudahan Kayla bisa mempertahankan dan lebih berprestasi lagi di MTs N 1 Malang,” pungkasnya.(mg7/ary)

Berita Terkait

Berita Lainnya :