Plafakids, Boneka Tangan Karya Mahasiswa UM


MALANG – Minimnya media pembelajaran sastra pada anak, mendorong lima mahasiswa UM merancang boneka tangan sebagai media dongeng fabel pada anak-anak. Menariknya, boneka tangan mahasiswa tersebut diproduksi dalam satu paket buku cerita dan merchandise dan dijual ke luar kota hingga Kanada.
“Kami sudah produksi massal, bahkan bulan ini terjual 39 paket. Boneka ini awalnya dijual ke teman-teman mahasiswa UM jurusan PG PAUD sebagai media pembelajaran mereka, ternyata banyak yang tertarik. Hingga kami mulai menjualnya ke Batam, Solo, hingga Kanada,” ujar Mahasiswa Sastra Indonesia UM, Bella Wahyu Wijayanti kepada Malang Post.
Plafakids (Playing Fable for Kids as Media Literacy for Children) menjadi gerakan literasi yang dilengkapi buku cerita fabel Nusantara yang mengangkat karakter hewan khas Indonesia. Meski tampak sederhana seperti boneka tangan pada umumnya, boneka ini memiliki desain yang unik dan dilengkapi dengan buku ceritanya. Dibuat dari bahan kain flannel, benang katun, dan benang sulam yang dibentuk dalam berbagai karakter sesuai keinginan.
“Karena warnanya itu kombinasi, maka setiap kain flanel dapat menghasilkan berbagai jumlah karakter. Tapi secara umum satu kain itu dapat membuat sekitar 45-50 boneka. Bahan disiapkan untuk dipotong, dibentuk, dan dijahit sesuai desain, sedangkan untuk penambahan mata dapat dilengkapi dengan aksesoris,” ungkap wanita berjilbab itu.
Boneka tangan ini dilengkapi dengan buku fabel nusantara. Teks cerita fabel yang terdapat dalam buku tersebut ada dua, yakni Kisah Seekor Musang dan Kepompong serta Gajah dan Si Monyet yang Nakal.  Kedua cerita fabel tersebut menghadirkan kisah baru dengan pesan moral berupa persahabatan yang sesuai dengan tingkat perkembangan emosional anak.
“Melalui boneka tangan ini, kami ingin membangun karakter pada anak. Maka fabel yang dikisahkan berasal dari ide tim sendiri. Sasaran plafakids sendiri tentu anak PAUD dan TK,” tegas Budi Ristanto.
Dunia sastra anak yang cenderung statis, lebih banyak membuat mereka menikmati karya sastra populer yang kurang mendidik. Karya yang diproduksi oleh Budi Ristanto, Bella Wahyu Wijayanti, Naila Anjana Maulita, Fatimatuz Zahroh, dan Aprilia Fauziah ini dijual dengan harga Rp 50 ribu dan dilengkapi merchandise yang dijual terpisah. Merchandise berbentuk gantungan kunci didesain dengan gambar-gambar hewan serta quotes-quotes mendidik yang tepat untuk memotivasi anak.
“Kedepan kami akan kembangkan dengan merchandise lain seperti kaos yang nanti akan menarik masyarakat. Tentu setiap merchandise akan dihadirkan dengan gambar dan quotes yang mendidik dan cocok untuk anak,” imbuh Budi. (mg3/sir/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...