PPDB SD, Rumah dan Sekolah Dekat, Poin Makin Tinggi


MALANG - PPDB SD akan dilakukan secara off-line/luring (luar jaringan) yakni seleksi dan pengumumannya dilakukan oleh masing-masing Satuan Pendidikan mulai 2-4 Juli  di sekolah yang dituju. Seleksi akan dilakukan dengan mempertimbangkan jarak dan umur calon siswa.
Siswa yang mendaftar harus berusia tujuh tahun atau minimal enam tahun pada tanggal 1 Juli tahun berjalan. Sedangkan untuk seleksi sekolah tidak diperkenankan untuk mengadakan tes menulis, membaca, atau berhitung.
Kepala SDN Kauman 1 Malang Dra. Anita Rose Maria, M.Pd, mengungkapkan, pada PPDB tahun ini SD Kauman 1 Malang akan menerima sebanyak 84 siswa terdiri dari tiga kelas. Sedangkan untuk penyeleksian sekolah menggunakan aplikasi PPDB yang dirancang khusus dengan merangking jarak rumah tinggal siswa dan usia.
“Jadi nanti siswa yang mendaftar ke SD Kauman 1 Malang akan diinput datanya dimasukkan ke dalam aplikasi, sehingga dia akan merangking secara otomatis, siswa yang lokasinya paling dekat dari sekolah akan mendapatkan poin tinggi,” ujar Anita.
PPDB tahun ini memang lebih mengutamakan usia, dimana apabila jarak tempat tinggal sama maka yang menjadi penilaian pertama yakni usia tertinggi. Pendaftar dengan usia tujuh tahun akan lebih diprioritaskan dibanding siswa yang berumur 6 tahun.
SD Kauman 1 Malang benar-benar steril dalam pelaksanaan PPDB dengan menggunakan peraturan yang berlaku di Kota Malang. Sekolah sangat mengantisipasi adanya kecurangan penerimaan siswa dengan membuat seleksi secara ketat. Siswa yang memenuhi syaratlah yang bisa lolos dan menjadi bagian dari sekolah.
“Aplikasinya itu misalnya usia 6 tahun maka siswa tersebut akan mendapatkan 1 poin, semakin tinggi usianya poin semakin besar, begitupun dengan zona/wilayah juga ada poin, semakin dekat jaraknya semakin tinggi poinnya,” ungkapnya.
Meskipun menggunakan aplikasi yang secara otomatis merangking poin siswa, namun SD Kauman 1 Malang juga mempertimbangkan apakah siswa tersebut lebih dekat dengan sekolah lain. Misalnya calon siswa tempat tinggalnya lebih dekat dengan SD Kauman 3 Malang, maka SD Kauman 1 Malang tidak akan meloloskan anak tersebut.
PPDB 2018 dengan menggunakan jalur zonasi/wilayah kemungkinan persentasenya lebih besar yakni tahun lalu sebesar 60 persen sedangkan tahun 2018 diperkirakan antara 90 hingga 95 persen dan 5 persen sisanya diperuntukkan bagi siswa dari luar Kota Malang.
Perubahan persentase tersebut berdasarkan beberapa pertimbangan dimana selama dua tahun berjalan masih ada segi positif dan negatifnya. Bisa ditelaah dari segi positifnya sistem zonasi/wilayah bisa menampung siswa di sekitar sekolah. Dengan begitu disinyalir mampu menekan angka kemacetan lantaran bagi siswa yang jaraknya dekat dengan sekolah tidak perlu menggunakan kendaraan.
Seperti yang diungkapkan oleh Kepala SDN Blimbing 1 Malang, Tjipto Yhuwono, S.Pd, M.Pd, mengatakan, untuk jumlah persentase dari zonasi/wilayah masih belum ada kepastian namun kemungkinan dalam waktu dekat akan diputuskan.
“Menurut saya dari PPDB tahun ini yang perlu ada penambahan yakni kuota untuk siswa dari luar kota karena selama ini hanya lima persen,” ungkap Tjipto.
Berdasarkan persentase tersebut bisa dikatakan jumlah tersebut masih sangat sedikit sedangkan peminat dari siswa luar kota bisa dikatakan tinggi. (mg7/oci)

Berita Lainnya :

loading...