107 Maba Jalur SNMPTN UB Mundur


MALANG – Pada jalur SNMPTN di UB, terdata 3,2% sebanyak 107 peserta mengundurkan diri. Hal tersebut dipengaruhi berbagai faktor mulai dari peserta tersebut sudah bekerja hingga sudah diterima di sekolah kedinasan.
“Mereka harus membuat form pengunduran diri yang ditujukan ke Universitas. Sedangkan untuk memenuhi kuota yang kurang, nantinya akan ditambahkan melalui jalur SBMPTN juga,” ujar Kabag Humas UB, Kotok Gurito yang ditemui Malang Post.
Dijelaskannya, jumlah peminat SBMPTN di panlok Malang tahun ini mencapai 38.890 orang, khusus di UB sendiri terdapat 3.341 orang. Sedangkan peminatan di UB untuk jalur SBMPTN mencapai 36.468 orang. UB merupakan peringkat keempat kategori universitas dengan peminat SBMPTN terbanyak setelah UI, UGM, dan UNPAD.
Usai pelaksanaan seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) 8 Mei lalu, seluruh peserta pasti sudah tidak sabar menantikan pengumuman hasil tes pada 3 Juli mendatang. Namun setelah pengumuman, tak jarang peserta yang dinyatakan diterima acap kali mengabaikan diri untuk segera melakukan pendaftaran. Pasalnya, pendaftaran ulang dilakukan melalui online dan seringkali terkendala sistem yang overload.
“Ribuan pendaftar ada yang mengalami kendala, terutama overload. Padahal dalam proses registrasi, peserta  diberi waktu selama satu minggu. Sehingga setelah peserta dinyatakan diterima, seharusnya langsung mendaftar,” jelasnya.
Kotok membeberkan, hasil ujian akan diumumkan pada Selasa, 3 Juli 2018 mulai pukul 17.00 WIB dan dapat diakses melalui laman http://pengumuman.sbmptn.ac.id. Selanjutnya, peserta dapat melakukan registrasi online pada laman http://siam.ub.ac.id. Mahasiswa dapat melakukan pencarian PIN mahasiswa baru dengan mengklik info PIN dan menginput nomor pendaftaran SBMPTN dan tanggal lahir.
“Hasil input tersebut akan memberikan informasi terkait PIN, nama dan program studi. Sehingga, nomor pendaftaran tersebut dapat digunakan sebagai username dan PIN sebagai password untuk login dan mengisi biodata di laman sistem informasi administrasi mahasiswa (siam) tersebut,” ulasnya.
Pada registrasi online nanti, peserta wajib melampirkan dokumen seperti gaji orang tua, pajak bumi bangunan (PBB), rekening listrik, tagihan air, dan STNK kendaraan. Dokumen yang diupload harus dibuat secara jujur dan akurat untuk keperluan penetapan uang kuliah tunggal (UKT).
“Dokumen yang harus diupload sejujur-jujurnya jangan sampai dipalsukan, karena panitia akan melakukan kroscek secara random. Hal ini penting untuk menentukan besaran UKT,” bebernya. (mg3/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :