Jaring Siswa Baru, SD Siapkan Uji Kompetensi


MALANG – Pendaftaran PPDB jenjang SD akan digelar pada 2 hingga 4 Juli mendatang. Penerimaan tahun ini lebih mengutamakan jarak siswa dari sekolah dan umur. Dari kedua kriteria tersebut sekolah akan menyeleksinya dengan menggunakan skor.
Skor yang diberikan tersebut diantaranya bila siswa pendaftar berusia 7 tahun maka akan mendapatkan skor 200, sedangkan apabila jarak rumah dengan sekolah berada pada radius 200 meter maka skor yang diperoleh 100. Dari kedua skor tersebut akan dijumlahkan, semakin rendah usia dan jauh jaraknya perolehan skor akan semakin kecil.
Kepala SDN Percobaan 2 Jupri, M.Pd, mengatakan, meskipun PPDB tahun ini mempertimbangkan jarak dan usia, namun di SDN Percobaan 2 tetap akan ada uji kompetensi untuk melihat kesiapan siswa masuk SD.
“Terlebih SDN Percobaan 2 ini peminatnya banyak sehingga kami perlu untuk melihat kesiapan siswa sehingga apabila ada yang belum bisa membaca, menulis, dan berhitung, kami akan bisa mengatasinya dengan baik,” ujar Jupri.
Uji kompotensi dasar ini berbeda dengan tes, ini dilakukan untuk melihat kesiapan siswa dan kemampuan siswa tersebut bagaimana, sehingga guru kelas I ketika memberikan pelajaran mampu melayani dengan baik. Disamping itu uji kesiapan ini dimaksudkan supaya pembelajaran tidak dipukul rata begitu saja.
Selain itu, dari uji kesiapan ini apabila ditemukan siswa inklusi maka SDN Percobaan 2 akan mengarahkannya ke sekolah yang ada kelas inklusi. Supaya siswa inklusi mendapatkan pelayanan dengan guru yang ahli di bidangnya.
“Dinas Pendidikan Kota Malang sudah membuat daftar sekolah mana saja yang menerima siswa inklusi, bukannya kami tidak menerima namun apabila tetap di SDN Percobaan 2 takutnya pelayanan kami kurang dan siswa tersebut tidak bisa terakomodir dengan baik,” ungkapnya.
Tahun ini SDN Percobaan 2 menerima 112 siswa yang terbagi menjadi empat kelas. Dengan banyaknya siswa baru tersebut sangat penting melihat kesiapan siswa masuk ke SD dengan melihat kemampuannya sehingga anak tersebut mendapatkan penanganan khusus dari guru kelas I.
Namun SDN Percobaan tetap memprioritaskan jarak terdekat dengan usia 7 tahun, sesuai dengan peraturan yang telah ditentukan. Jarak rumah siswa dengan sekolah dalam radius 200 meter dengan usia tujuh tahun wajib diterima. Apabila jumlah ini tidak terpenuhi maka akan melebar menjadi radius 500 meter.
“Dari radius tersebut kami juga mengutamakan siswa miskin yang ada di dekat sekolah, misal jarak 200 meter dari sekolah dari keluarga miskin dan berumur 6.5 tahun maka akan kami terima,” papar Jupri.
Sedangkan siswa dengan usia di bawah enam tahun akan dipertimbangkan apabila memiliki kemampuan istimewa yang ditunjukkan dengan surat keterangan dari psikolog. (mg7/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :