Rayakan Dies Natalis ke-36, Unisma Sukses Hadirkan Tujuh Menteri


MALANG – Sedikitnya tujuh menteri negara RI berhasil didatangkan ke Unisma Malang selama kegiatan Dies Natalis ke-36. Yakni Menteri Sosial (Mensos), Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Menteri Agama (MA), dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora). Selain itu, tokoh yang pernah datang adalah Wakil presiden RI Jusuf Kalla.
Menpora Imam Nahrawi, kemarin hadir dalam agenda penutupan Dies Natalis tersebut. Acara digelar meriah dan penuh keakraban di halaman depan kampus. Suasana hangat ini pun mendapat apresiasi dari Menpora. Mantan angota MPR RI periode 2009-2014 itu mengucapkan selamat kepada Unisma. Sebab diusianya yang ke-36, telah berhasil melahirkan alumni-alumni yang mempunyai produktivitas tinggi.
“Ya hanya kebetulan saja, kalau saya sedang berada disuatu tempat baru, saya tanya alumni mana, jawabannya Unisma,” kata Imam Nahrawi dalam sambutan singkatnya setelah melepas peserta jalan sehat Unisma, kemarin.
Imam Nahrawi berjanji, akan mendukung segala bentuk kegiatan Unisma, terlebih yang bisa menghasilkan produktivitas bagi mahasiswanya. Unisma, adalah perguruan tinggi yang berlandaskan agama, yang kiprahnya sudah tidak diragukan lagi.
“Setiap kali saya kesini selalu saja ada perubahan-perubahan baru dari Unisma. Baik pembangunan secara fisik ataupun akademik,” kata dia.
Rektor Unisma, Prof. Dr. Maskuri Bakri, M.Si mengungkapkan, kehadiran para tokoh ini diharapkan, Unisma bisa berbagi pengalaman, ilmu, wawasan dan pengetahuan. Maskuri menjelaskan, kehadiran seorang tokoh nasional, bukan saja hanya sekadar menceritakan tentang pengalaman mereka saja. Kehadiran tokoh nasional juga diperlukan untuk memberikan motivasi serta inspirasi, serta membedah realitas didepan mahasiswa dan civitas akademika.
“Beberapa menteri memaparkan kajian-kajian fenomena yang terjadi di Negara RI. Mereka tentu saja berbicara sesuai dengan bidang dan kompetensinya. Menristek, kami minta untuk memaparkan tentang dunia perguruan tinggi. Menaker, kami minta untuk memaparkan fenomena ketenagakerjaan,” ungkap Maskuri.
Untuk audiens, lanjut dia, selama ini memang lebih kepada mahasiswa. Sebab, sambungnya lagi, kegiatan yang mendatangkan menteri dikonsep kuliah umum.
“Karena memang semacam kuliah tambahan kepada mahasiswa. Tapi juga kami membuka pintu bagi para dosen yang juga ingin ikut hadir menambah wawasan mereka,” paparnya.
Sementara itu agenda penutupan Dies Natalis kemarin sangat meriah dengan partisipasi seluruh dosen, karyawan dan mahasiswa. Usai jalan sehat dilakukan pengundian doorprize dan hadiah utama berupa sepeda motor. Di sela acara tersebut, perwakilan fakultas tampil dengan yel-yelnya yang kreatif dan menghibur. Keramaian acara juga terlihat di stand bazar fakultas yang menampilkan beragam produk khas. Di stand Fakultas Peternakan misalnya, menjual aneka produk kreativitas dosen dan mahasiswa seperti susu kambing, yoghurt dan lainnya. (sin/oci)

Berita Lainnya :

loading...