Akuisisi STT Turen, IBU Mantap Menuju Universitas


MALANG – Ikip Budi Utomo (IBU) tengah menyiapkan diri menjadi universitas dengan memulai langkah mengakusisi STT Turen pada awal Mei lalu. Langkah tersebut dilanjutkan dengan melengkapi persyaratan prodi eksak dan peningkatan SDM dosen pengajar. Bahkan perkuliahan yang diterapkan kini berupa sistem pembelajaran paperless.
“Dalam menyiapkan IBU menjadi universitas, kami sudah mengakusisi STT Turen pada awal Mei lalu. Dalam perjalanannya, kami mulai melengkapi persyaratan dengan ketentuan 10 prodi,” ujar Rektor IBU, Nurcholis Sunuyeko kepada Malang Post, usai ditemui dalam acara buka bersama dan santunan anak yatim piatu dan dhuafa, kemarin.
Nurcholis mengaku, di IBU khusus untuk jurusan eksak sudah ada tiga dan harus dilengkapi dengan enam jurusan eksak lagi. Sehingga dia berharap dalam waktu dekat dapat segera melengkapi persyaratan yang ada dalam hal jurusan. Terdata IBU sudah memiliki tujuh prodi dengan tiga fakultas.
“Selain kelengkapan prodi, yang terpenting adalah peningkatan kualitas SDM pengajar yang ditunjang dengan program-program percepatan guru besar dan dosen yang melanjutkan pendidikan tinggi lagi,” ulasnya.
Terkait hal itu, pria yang suka membaca novel ini membeberkan dari 230 dosen, 17 dosen diantaranya sudah bergelar doktor. Sedangkan tiga profesor yang dimiliki IBU telah meninggal dunia. Sehingga ibu perlu mempercepat progress pendidikan dosen di IBU untuk meningkatkan kualitas. Tak hanya itu, IBU kini ketat menyeleksi kompetensi lulusannya dengan keterampilan mengajar yang wajib dimiliki.
“Dengan tiga microteaching yang telah menjadi fasilitas perkuliahan IBU, tentu fasilitas tersebut dapat menunjang kompetensi mahasiswa. Sehingga, kami berkomitmen untuk meluluskan mahasiswa yang benar-benar memiliki keterampilan mengajar. Mahasiswa harus mengulang jika tak lulus karena tak sesuai ketentuan tersebut,” tegasnya.
Sejak tiga tahun lalu, IBU juga telah mengembangkan pilot project perkuliahan sistem paperless. Hal ini dilakukan dengan pemberian 600 unit tab untuk mahasiswa dibeberap cluster agar mampu menjalankan perkuliahan melalui digital.
“Kami evaluasi terus program ini, tapi kami berkomiten kedepan agar sistem perkuliahan di IBU sudah paperless dengan semua mahasiswa menggunakan tab yang diberikan IBU,” imbuh pria yang suka menyanyi ini. (mg3/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :