MoU dengan Yasarini, Siapkan Pendidikan Bermutu untuk Anak-anak Prajurit


MALANG - Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Sabilillah Malang dipercaya membina 142 Sekolah Angkasa di seluruh Indonesia. Sekolah Angkasa yang berada di bawah Yayasan
Ardhya Garini (Yasarini) ini diharapkan bisa menjadi sekolah unggulan di Indonesia. Terutama untuk memberikan layanan pendidikan terbaik bagi keluarga prajurit dan juga masyarakat umum.
Direktur LPI Sabilillah Malang Prof. Dr. Ibrahim Bafadhal kepada Malang Post menuturkan, melalui kerja sama ini diharapkan akan lahir anak-anak prajurit yang kompeten, kebangsaannya kuat, agamanya baik dan juga cinta keilmuan.
“Melalui kerja sama antara Yasarini dan LPI Sabilillah ini kami berharap, 142 lembaga yang ada menjadi sekolah unggulan yang bermanfaat untuk keluarga prajurit dan masyarakat sekitar,” ungkapnya.
Guru besar Universitas Negeri Malang (UM) ini menuturkan, kerja sama telah ditandatangani pada 8 Agustus lalu di Puri Ardhya Garini Komplek Halim Perdana Kusuma Jakarta.  MoU akan dilaksanakan empat tahun sejak Juli 2017 sampai Juni 2020/2021.
Sudah ada sejumlah program yang dibuat selama empat tahun. Program pertama yang sudah dilaksanakan adalah workshop nasional pengembangan program strategis Sekolah Angkasa. Workshop digelar bersamaan dengan agenda MoU. Acara ini dihadiri sedikitnya 580 peserta dan dihadiri para ibu Danlanud, kepala sekolah, komite dan guru. Workshop dilaksanakan dalam 12 kelompok, yang masing-masing didampingi satu orang dari LPIS. Hasil dari kegiatan ini diantaranya lahirnya jargon baru Sekolah Angkasa yakni 3 Abdi, Beragama, Berbangsa dan Bernegara, Berilmu.
"Visi baru Sekolah Angkasa berhasil kami rumuskan bersama, yakni Terwujudnya Sekolah Angkasa Unggulan dan Rujukan dalam Rangka Menghasilkan Lulusan yang Beragama, Berbangsa dan Bernegara, Berilmu," ujarnya.
Selanjutnya, akan ada 11 program lagi yang akan dilaksanakan di tahun pertama. Diantaranya pengembangan struktur organisasi sekolah standar se Indonesia, kurikulum K 13 diperkuat dengan 3 Abdi, pemetaan kepala sekolah potensial, dan lainnya.
"Kami juga menetapkan 18 sekolah Angkasa Unggulan pertama, jumlah ini akan berkembang hingga akhir MoU di tahun ke empat," bebernya.
Program kompetisi antar Sekolah Angkasa juga menjadi salah satu agenda. Seperti Festival Lomba Olahraga Seni Siswa Angkasa (FLOSSA) diagendakan di tahun kedua, jambore di tahun ketiga, dan lomba budaya mutu di tahun ke empat.
"Melihat semangat Yayasan dan potensi yang dimiliki Sabilillah, saya optimis target empat tahun bisa tercapai," urainya.
Ditambahkannya, dengan semangat Sabilillah Mendidik Indonesia, kerja sama ini diharapkan bisa menjadi media untuk mengimbaskan sistem yang sudah dibangun di Sekolah Islam Sabilillah Malang (SISMA). Apalagi, Sabilillah memang sudah sangat berpengalaman dalam mengelola pendidikan dan juga memiliki SDM yang banyak dan potensial. (oci/sir)

Berita Terkait

Berita Lainnya :