Selamat! Magister Kenotariatan Unisma Raih Akreditasi A

 
MALANG – Magister Kenotariatan Unisma berhasil memperoleh akreditasi B, tahun ini. Pencapaian tersebut tentu membanggakan universitas, sekaligus mendorong civitasnya untuk terpacu meningkatkan kualitas. Hal ini terbukti dari sarana dan prasarana penunjang perkuliahan yang terus dilengkapi, termasuk  jumlah tenaga profesor yang turut bertambah.
“Tahun ini, hampir semua infrastruktur tergolong baru mulai dari gedung, ruang perkuliahan, kantor, dan perpustakaan termasuk jumlah jurnal yang meningkat. Tak hanya itu, beruntungnya ada penambahan lima doktor untuk prodi kami,” ujar  Kaprodi Magister Kenotariatan Unisma, Dr Sunardi SH MH yang ditemui Malang Post pada acara syukuran prodi di Kertanegara, kemarin.
Diceritakan Sunardi, sebelumnya lima dosen pengajar tersebut masih proses melanjutkan perkuliahan dan bertepatan dengan akreditasi kelimanya berhasil lulus. Sehingga hal ini membawa semangat baru pada Prodi Magister Kenotariatan karena total ada 10 tenaga Profesor dari 22 dosen pengajar termasuk yang praktisi. Secara kuantitas, setidaknya jumlah mahasiswa mampu bertahan sebanyak 30 orang, bahkan naik.
“Saat ini, prodi kami menjalin kerja sama dengan notaris dan pejabat pembuat akta tanah. Sehingga tak hanya tenaga pengajar yang berasal dari akademisi saja, tetapi harus ditunjang dengan tenaga praktisi,” ulasnya.
Selain mendorong tenaga pengajar yang berkompeten, prodi yang telah meluluskan tiga angkatan ini juga melakukan pembaruan kurikulum yang dalam penerapannya mengikuti forum kerja sama penyelenggara program studi magister kenotariatan seluruh Indonesia. Notariat yang meluluskan notaris notabene lulusan pasti bekerja di Indonesia, sehingga saat ini fokus kerjasama dilakukan dengan universitas dalam negeri.
“Kami selama ini bekerja sama dengan ikatan notaris Indonesia dan ikatan pejabat pembuata akta tanah (IPPAT). Untuk itu, kami melakukan pertemuan rutin setiap enam bulan dengan pembahasan kurikulum dan rencana pembelajaran semester. Selanjutnya, kami akan bekerja sama dengan prodi magister kenotariatan Universitas Narotama Surabaya Universitas Warmadewa Bali,” bebernya.
Kompetensi mahasiswa terus ditingkatkan, terlebih Unisma yang memiliki warna ke-NU-an. Sehingga mahasiswanya juga memiliki mata kuliah khusus kajian Islam ahlul sunnah wal jama’ah, selain mahasiswa dapat praktek secara profesional.
“Jedanya tiga tahun lagi untuk mengajukan kembali akreditasi dan kami berharap dapat mencapai A. Tentu dengan program pendidikan, pengajaran, dan pengabidan masyarakat yang terus lebih baik,” tandasnya.
Sementara itu, salah satu alumni Magister Kenotariatan Unisma, Reni Kurniawati, mengaku berkesan selama berkuliah di Unisma. Hal ini karena disiplin ilmu yang dipelajari sesuai dengan penerapan yang dibutuhkan dalam dunia notaris. Terlebih tenaga pengajar dan praktisi yang mumpuni mampu menunjang kompetensi mahasiswa. (mg3/oci)   

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...