63 Kursi SD Negeri untuk ABK


MALANG - Sebanyak 37 SD Negeri di Kota Malang siap melayani anak berkebutuhan khusus (ABK). Sekolah inklusi ini dibuka di semua kecamatan dengan total 63 kursi ABK. Dari beberapa daftar sekolah yang menerima siswa inklusi, ada tujuh sekolah di Kecamatan Lowokwaru yang bisa dijadikan rujukan untuk anak berkebutuhan khusus. Diantaranya SDN Merjosari 1, SDN Sumbersari 1, SDN Ketawanggede, SDN Jatimulyo 1, SDN Tunggulwulung 3, dan SDN Tunjungsekar 4.
Kepala SDN Sumbersari 1 Sri Utami, S.Pd, M.Pd, mengatakan, tahun ajaran baru 2018/2019 SDN Sumbersari 1 Malang akan menerima siswa inklusi sebanyak 2 siswa, sesuai Surat Keputusan dari Dinas Pendidikan Kota Malang. Sekolah menerima kebutuhan khusus tuna grahita ringan atau retardasi mental atau lambat belajar.
“Untuk penerimaan siswa inklusi ini akan kami identifikasi terlebih dahulu melalui pengamatan, selanjutnya diasesmen supaya tahu kelebihan dan kelemahan anak tersebut,” terang Utami.
Menurutnya, seleksi tetap dilaksanakan lantaran ada pembatasan jumlah siswa inklusi untuk masing-masing sekolah yang ditunjuk. Seleksi berupa analisis untuk melihat apakah kelainan yang terjadi pada siswa tersebut termasuk ringan atau berat, kemudian disesuaikan dengan kemampuan pelayanan dari sekolah baru siswa tersebut dinyatakan diterima.
“Dari analisis tersebut juga akan diketahui berapa ketunaan yang dimiliki siswa, apabila ada dua maka sekolah tidak bisa menerima,” ungkapnya.
Ia melanjutkan, untuk siswa yang inklusi yang diterima paling tidak mereka bisa mandiri dalam hal bina diri dan sosialisasi dengan lingkungan sekitar.
“Memang kami ditunjuk untuk sekolah inklusi sehingga kami akan melayani mereka berdasarkan kebutuhan si anak, pelayanan yang kami berikan adalah pelayanan individu,” tutup Utami.
Sementara itu, beberapa sekolah SD mengadakan tes wawancara untuk mendeteksi ABK. Hal ini dilakukan agar siswa ABK terlayani dengan maksimal di sekolah inklusi.
 “Untuk mengetahui ABK ini sangat penting sekali, jangan sampai kecolongan. Karena kalau yang inklusinya berat mudah diketahui namun yang tarafnya masih ringan sulit untuk dideteksi sehingga perlu kami adakan uji wawancara,” kata Kepala SDN Bareng 1 Malang, Drs. Adi Susilo, M.Pd.
SDN Bareng 1 Malang tidak menerima siswa ABK karena tidak ada fasilitas sekaligus tidak ditunjuk sebagai sekolah inklusi. Apabila ada siswa yang terindikasi ABK, maka akan diarahkan ke SD sekitar yang menyediakan kelas inklusi seperti SDN Bareng 5 dan SDN Gading Kasri.
Dengan diarahkannya siswa ABK ke sekolah yang tepat, menurutnya memberikan dampak positif, apabila dipaksakan anak tersebut tidak akan menerima pembinaan khusus dari guru ABK. Sedangkan di sekolah yang ada kelas inklusi, maka akan mendapat penanganan khusus dari guru khusus pula, sehingga penyampaian materi akan lebih mudah diterima.
“Selain untuk mengetahui siswa ABK, kami juga akan mengadakan tes namun bukan untuk seleksi, jadi tes ini nanti hanya untuk mengelompokkan anak yang sudah bisa baca tulis dengan yang belum sehingga yang belum bisa dapat dibina secara khusus supaya bisa setara dengan yang lain,” ujar Adi.
Tes wawancara untuk mengetahui ABK ini akan dilakukan sebelum pengumuman, jika ada siswa ABK sekolah akan mengomunikasikan kepada orang tua dan mengarahkan ke sekolah lain yang ada program kelas inklusi. Namun jika ada orang tua yang tidak memahami kondisi anaknya akan kami arahkan ke psikolog.
SDN Tlogomas 1 Malang memiliki cara berbeda untuk mengetahui siswa ABK yakni dengan komunikasi ringan dengan siswa yang bersangkutan. Komunikasi ini bisa berupa tanya jawab dasar seperti nama dan nama orang tua. Karena umumnya apabila sudah masuk TK anak tersebut sudah bisa membaca.
“Karena seleksi siswa berdasarkan usia dan tempat tinggal, tidak ada calistung maka kami adakan komunikasi ringan saja,” ujar Kepala SDN Tlogomas 1 Malang, Sutiyono, S.Pd, M.Pd.
Komunikasi ringan tersebut dimaksudkan untuk membuat pemetaan kemampuan siswa dalam pembagian kelas sehingga nantinya ada pemerataan dalam kelas. Dengan begitu beban guru kelas I sama rata, sehingga pembelajarannya harus seimbang. (mg7/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :