MIN 2 Kota Malang Bina Karakter Siswa dengan Salat


MALANG - Ribuah alumni telah dilahirkan oleh MIN 2 Kota Malang. Dan tahun ini, madrasah ini kembali meluluskan 79 siswa-siswi kelas VI sebagai lulusan tahun pelajaran 2017-2018. Tentu besar harapan masyarakat dari kiprah MIN 2 Kota Malang dalam mencetak generasi Islam yang berkualitas. Terlebih di ere global seperti saat ini, masyarakat berharap generasi yang mampu menjawab tantangan zaman. 
Kepada para lulusan, MIN 2 Kota Malang memiliki harapan yang tidak muluk-muluk. Hal ini diungkapkan oleh Waka Kurikulum, Suroto, S.Pd., M.PdI saat ditemui Malang Post. Mewakili Kepala MIN 2 Kota Malang, Ia mengatakan pihaknya hanya mendambakan siswa yang memiliki perhatian besar terhadap ibadah salat. “Bagi kami harapan tertinggi yaitu bagaimana anak melaksanakan salat tepat waktu tanpa disuruh,” ucapnya.    
Ia menjelaskan, salat menjadi prioritas utama pendidikan MIN 2 Kota Malang. Sebab salat sebagai tiang agama menjadi tolak ukur baik dan tidaknya karakter diri seseorang. Melalui salat segala sisi pendidikan karakter dapat diajarkan pada anak. “Dan nanti di akherat, urusan yang pertama kali ditanyakan oleh Allah adalah salat. Jika salatnya bagus semua ibadahnya bagus, tapi sebaliknya kalau salatnya tidak bagus, yang lain perlu dipertanyakan,” terangnya.
Untuk mencapai tujuan tersebut, tentu MIN 2 Kota Malang tidak sekadar memiliki harapan. Berbagai upaya dan proses telah dilakukan selama bertahun-tahun. Mulai pembinaan salat berjamaah, mengaji Al Quran dengan metode Ummi, hingga pembiasaan zikir sesuai anjuran Rasulullah SAW.   
Semua rutinitas tersebut dilaksanakan di masjid madrasah sebelum masuk kelas. Bahkan di sela pembelajaran, ada tambahan enam jam untuk memperdalam ilmu Al Quran. Mulai tajwid, makhraj hingga hafalan surat-surat pendek. Dan pada Sabtu (8/6) kemarin, siswa-siswi yang dinyatakan lulus dari tahapan pendidikan Al Quran metode Ummi, mengikuti program imtihan atau ujian.   
Suroto menuturkan,  setiap tahun siswa baru yang mendaftar di MIN 2 Kota Malang selalu melampaui kuota yang ditetapkan. Hal ini menandakan bahwa kepercayaan masyarakat begitu tinggi pada madrasah yang berada di Jalan Kemantren Sukun ini. “Maka dari itu kami selalu bersikap hati-hati. Jangan sampai kepercayaan masyarakat ini tidak diimbangi dengan layanan pendidikan yang maksimal,” ujarnya.
Mementingkan pendidikan agama, tidak membuat MIN 2 Kota Malang mengenyampingkan pendidikan umum. Madrasah ini juga punya metode tersendiri untuk meluluskan siswa dengan nilai mata pelajaran umum yang bagus.  
Suroto menerangkan, begitu siswa masuk kelas VI, langsung diberikan tes diagnostik. Tujuannya untuk mengetahui kelemahan siswa. Dengan demikian kelemahan dan kekurangan tersebut dapat diatasi selama di kelas VI. Untuk menghadapi ujian, MIN 2 Kota Malang memberikan beberapa tryout pada siswa. Dan selama berbulan-bulan, siswa kelas VI dikelompokkan dalam tiga kategori,  yaitu berkemampuan rendah, menengah dan atas. Tujuannya untuk mendongkrak kemampuan siswa sehingga minimal dapat bernilai standart.  “Alhamdulillah upaya ini membuahkan hasil yang positif. Meskipun tidak bisa dibandingkan dengan tahun lalu. Karena konsep soal ujiannya tidak sama,” tuturnya.
Kepada para lulusan Suroto berpesan, agar terus berusaha menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. “Dengan cara belajar dari kesalahan diri sendiri dan mencari kelebihan orang lain untuk menutupi kekekurangan diri sendiri,” pungkasnya. (mp1/sir/lim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :