SD Plus Al-Kautsar Utamakan Akhlak Mulia, Lahirkan Lulusan Berkualitas


MALANG - Minggu (10/6), SD Plus Al-Kautsar melepas siswa kelas VI sebagai lulusan tahun ajaran 2017-2018. Bertempat di Ijen Suites, para lulusan diserahkan kembali pada orang tua masing-masing. Kali ini dengan bangga SD Plus Al-Kautsar melepaskan peserta didiknya untuk melanjutkan pendidikan mereka ke jenjang yang lebih tinggi.
Kepala SD Plus Al-Kautsar, Dr. Dhiah Saptorini, SE., M.Pd., mengatakan, yang paling membanggakan atas pencapaian siswa kelas VI tahun ini adalah dari sisi afektif. Sikap dan perilaku para lulusan, telah menunjukkan peningkatan yang signifikan. “Kami bangga pada anak-anak tahun ini. Dari sisi akhlak nilai mereka sangat bagus, tidak ada satu pun yang perlu dikatrol atau dibantu seperti tahun sebelumnya,” ucapnya.
Meskipun kata Rini, mereka harus dihadapkan dengan arus global yang kian tak terbendung dengan segala macam kemajuannya. Beragam media sosial yang merebah ke segala lapisan usia, telah memberikan perubahan pada karakter. “Walaupun pengaruh tersebut sangat kuat, alhamdulillah akhlak siswa kelas VI tahun ini mengalami peningkatan. Kami mengukurnya dengan faktor yang mempengaruhi dan capaiannya,” ungkap Rini.
Ia menjelaskan, bahwa pembentukan akhlak anak membutuhkan proses yang panjang. Seorang guru harus berjuang tanpa kenal lelah untuk mendidik dan membentuk karakter siswanya. “Kami pun melakukan itu meskipun harus berdarah-darah,” kata dia.
Kondisi siswa SD Plus Al-Kautsar yang heterogen dengan latar belakang keluarga yang berbeda menjadi tantangan tersendiri bagi guru. Setiap siswa memiliki karakter yang berbeda karena kondisi keluarganya yang juga berbeda. “Kalau kita tidak melakukan perbaikan di sekolah, maka tidak akan terbentuk hasil yang diharapkan,” tambahnya.
Urusan akhlak memang menjadi prioritas di lingkungan SD Plus Al-Kautsar. Rini menjelaskan, persiapan kelulusan siswa hanya dilakukan satu tahun terakhir saat mereka masuk kelas VI. Lima tahun lainnya hanya untuk pembinaan akhlak. “Makanya akhlak menjadi lebih dominan. Urusan nilai akademis tidak menjadi kekhawatiran bagi kami selagi karakter anak terbina dengan bagus,” imbuhnya.
Muatan akhlak yang dominan pada pendidikan SD Plus Al-Kautsar bukan tanpa alasan. Rini menuturkan, penggunaan medsos telah memberikan dampak pada perilaku fisik dan verbal seseorang. Untuk menyikapi hal tersebut, guru SD Al-Kautsar telah melakukan banyak cara sebagai bentuk antisipasi. Mulai larangan membawa gadget, razia, perampasan hingga pemanggilan orang tua.
Dan untuk pihak orang tua sendiri, sekolah juga memfasilitasi dengan banyak seminar parenting demi untuk menyikapi masalah tersebut. “Itulah upaya yang telah kami lakukan, selebihnya kami serahkan pada orang tua di rumah,” tambahnya.
Enam tahun telah berlalu. Kini saatnya siswa kelas VI beranjak meninggalkan sekolah mereka untuk melanjutkan ke SMP/MTs. Rini berpesan khususnya bagi lulusan putri, agar tidak meninggalkan ajaran yang sifatnya syar’i terutama masalah pakaian. “Dan untuk semuanya, ingatlah sekolah kalian, tetap hormat pada bapak ibu guru sampai kapanpun,” ucap Rini. (mp1/sir/lim)

Berita Lainnya :

loading...