UIN Maliki Siap Cetak Seribu Buku


MALANG – Tak berhenti pada program percepatan guru besar, UIN Maliki mulai mengampanyekan kembali program 1000 buku bagi civitas akademikanya. Bahkan, untuk itu UIN Maliki menyiapkan anggaran penerbitan 200-500 buku yang nantinya juga akan disebarluaskan tak hanya di lingkungan kampus, tetapi juga website.
“Program 1000 buku ini diperuntukkan untuk dosen, karyawan dan mahasiswa yang dilakukan secara bertahap setiap tahun. Kampus butuh didorong menghasilkan buku untuk mengembangkan akademik warga kampus,” ujar Rektor UIN Maliki, Prof Abdul Haris MAg kepada Malang Post, kemarin.
Haris mengaku, hasil buku nanti akan disebarluaskan termasuk melalui website. Selain riset, civitas dapat melakukan kegiatan menulis sesuai dengan kompetensi masing-masing. Terpenting menurutnya, program ini akan mendorong dan memfasilitasi civitas untuk dapat meluangkan gagasan dan pikirannya, sehingga mereka dapat mengaktualisasikan diri melalui buku.
“Kegiatan ini tentu berdampak positif agar mampu mendorong civitas dapat mengartikulasi kompetensi sesuai disiplin ilmu yang dimilikinya. UIN sendiri akan mencetak massal karya buku dari civitas menggunakan anggaran negara tak lebih dari Rp 200 juta,” ungkap rektor yang suka menulis puisi tersebut.
Dia menambahkan, minimal setiap tahun UIN Maliki menganggarkan penerbitan buku 200-500 buku. Pengerjaan sendiri dilakukan bertahap, sehingga ditargetkan dalam dua tahun setidaknya 200 buku dapat terbit. Haris terus mendorong para dosen dan karyawan untuk memulai menulis.
“Saat ini sudah ada 120 dosen yang siap menulis, sisanya sejumlah 80 orang nantinya akan diisi oleh karyawan dan juga mahasiswa. menulis apa saja silahkan. Tentu tema yang mereka tulis akan diseleksi sebelumnya untuk diterbitkan,” beber pria berkacamata ini.
Dia menilai respon mahasiswa juga sangat baik dalam program 1000 buku ini. Hal ini terbukti dari 100 buku yang sudah masuk dan akan segera ditindak lanjuti. Minimal tulisan buku terdiri dari 150 halaman.
“Menulis buku itu pekerjaaan orang kampus, sehingga seharusnya mereka bergairah. Hal ini dimulai dari rektor yang harus mengampanyekan. Sudah ada 100 buku yang masuk dan akan segera ditindak lanjuti,” tutup Haris. (mg3/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :