Kuota Siswa Miskin Tak Terpenuhi


MALANG – Pengumuman jalur prestasi, mitra warga, dan bidikmisi sudah dilaksanakan, Jumat, (8/6), di masing-masing sekolah tujuan. Dari ketiga jalur offline yang ada, dua diantaranya yakni bidikmisi dan mitra warga dengan persentase 3 persen dan 5 persen, tidak bisa terpenuhi.
Seperti di SMAN 3 Malang yang seharusnya menerima 9 siswa jalur bidikmisi hanya mampu terpenuhi 3 kursi sementara yang seharusnya menerima 14 siswa dari jalur mitra warga hanya 5 siswa sesuai dengan persyaratan. Ada beberapa faktor yang kemungkinan mempengaruhi yakni nilai yang tidak mencukupi atau merasa minder dengan sekolah yang dituju.
Humas SMAN 3 Malang, Drs. Basuki APP, M.Pd, mengatakan tidak terpenuhinya kuota yang disediakan ini lantaran ada beberapa faktor, salah satunya karena pada jalur mitra warga ada proses seleksi. Setelah di survei, ada beberapa yang sebenarnya berasal dari keluarga mampu namun mendaftar pada jalur ini, sehingga sekolah tidak bisa menerimanya.
“Dari kekurangan kuota masing-masing jalur seperti mitra warga kurang 9 anak dan bidikmisi kurang 6 anak, ini nanti akan kami laporkan ke provinsi dan kami kembalikan, jadi kewenangan ada di pusat,” ujar Basuki.
Dari laporan sekolah ke provinsi nantinya, pusat akan memutuskan apakah kekurangan tersebut ditambahkan pada kuota regular atau tetap dibiarkan kosong. Sekolah, lanjutnya, tidak memiliki kewenangan untuk memutuskan kekurangan tersebut, namun  berdasarkan pengalaman tahun lalu kekurangan tersebut ditambahkan pada jalur regular online.
Dari laporan tersebut akan dilolah oleh pusat, digabung dari kota dan kabupaten baru kemudian akan turun kebijakan. Namun dari tahun lalu kuota jalur bidikmisi dan mitra warga tidak mampu terpenuhi, bisa jadi ini disebabkan kurangnya percaya diri masyarakat untuk masuk di SMAN 3 Malang melalui dua jalur tersebut.
“Padahal siswa SMAN 3 Malang apabila tahu ada temannya yang tidak mampu mereka gotong royong mengcover, bahkan mereka mengomunikasikan dengan orang tua untuk membantu siswa tersebut,” ujarnya.
Ia merinci dari kuota yang disediakan sebanyak 9 kursi bidikmisi sedangkan yang mendaftar hanya 3 anak kekosongan ini sangat disayangkan. Karena jalur bidikmisi ini ada syarat nilai minimal harus 8 juga bisa menjadi penyebab dari kurang tertariknya masyarakat pada jalur ini.
“Tidak hanya kepada siswa tidak mampu bahkan kepada anak yang akademiknya kurang, siswa SMAN 3 Malang bahkan memberikan tutor sebaya supaya anak tersebut bisa mengikuti yang lainnya,” tutupnya. (mg7/oci)

Berita Lainnya :

loading...