PPDB SMA Negeri Siapkan Kuota Istimewa Siswa Luar Kota


MALANG - PPDB SMA 2018 memberikan angin segar bagi masyarakat yang tinggal di wilayah kecamatan tanpa SMA. Sebab, ada kuota khusus yang disiapkan di sejumlah SMA Negeri demi menampung siswa di wilayah tersebut.
Ketua MKKS SMA Negeri Kota Malang, Tri Suharno, M.Pd, mengatakan, kuota untuk siswa luar kota sebanyak 5 persen, namun untuk daerah penyangga memiliki peluang 15 persen jika mendaftar ke sekolah yang telah ditentukan.
“Pembagiannya kecamatan Karangploso ke SMAN 9 Malang, kecamatan Dau ke SMAN 8 Malang, Kecamatan Pakis ke SMAN 10 Malang, Kecamatan Tajinan ke SMAN 6 Malang, dan Kecamatan Wagir ke SMAN 5 Malang,” ujar Tri.
Kebijakan ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada siswa lulusan SMP Kota Malang yang rumahnya dekat dengan rumah namun secara alamat ikut wilayah kabupaten. Kebijakan ini sudah dirancang sejak tahun lalu namun baru terealisasikan tahun ajaran baru 2018/2019.
“Mudah-mudahan tahun ini bisa terlaksana dengan lancar, semuanya sudah oke, kita lihat saja bagaimana nanti aplikasinya, namun pendaftaran sama dengan jalur regular,” paparnya.
Kebijakan memberikan kuota 15 persen bagi daerah penyangga Kota Malang disambut baik oleh semua sekolah yang ditunjuk. Salah satunya kepala SMAN 9 Malang, Dr. Abdul Tedy, M.Pd, yang menyebut kebijakan ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat Kota Malang kepada mereka yang berdasarkan jarak dekat namun berdasarkan alamat mengikuti wilayah kabupaten Malang.
“Misalnya daerah Sudimoro, masa harus sekolah ke Lawang padahal lebih dekat dengan SMAN 9 Malang. Atau Sawojajar 2 sekolah ke Tumpang, ini jaraknya sangat jauh hampir 2 jam perjalanan,” ulas Tedy.
Adanya kebijakan ini tidak serta merta dilaksanakan begitu saja, namun dengan tujuan mampu melayani masyarakat dengan semaksimal mungkin. Disisi lain juga memberikan kemudahan bagi masyarakat yang bertempat di Kabupaten namun tidak ada sekolah terdekat serta memberikan mereka peluang yang lebih besar untuk sekolah di SMA Negeri Kota Malang.
“Dari kebijakan ini misalkan masyarakat kecamatan Karangploso mendaftar sekolah ke SMAN 9 Malang maka kuotanya 15 persen, namun bila mendaftarnya di luar SMAN 9 Malang maka mereka ikut kuota luar kota yang 5 persen,” papar Tedy.
Sementara itu, Kepala SMAN 6 Malang, Drs. Hariyanto, M.Pd, sekolahnya menerima masyarakat kecamatan Tajinan dengan kuota sebesar 15 persen. Sekolah-sekolah di daerah penyangga sudah mengajukan usulan ke Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur untuk menaikkan kuota sebesar 20 persen namun disetujui 15 persen.
“Masyarakat kecamatan Tajinan bisa mendaftar ke SMAN 6 Malang. Tentu saya sangat mengapresiasi jika kebijakan seperti ini diterapkan termasuk diakomodasi oleh sistem,” ujar Hariyanto.
Ia menambahkan, kebijakan ini sudah ada sejak tahun lalu namun di sistem aplikasi tidak berubah, sehingga diharapkan tahun ini mudah-mudahan aplikasi bisa menyesuaikan dengan ketentuan saat ini.
“Dengan begitu masyarakat di sekitar kota Malang yang masuk wilayah kabupaten tetapi tetapi diwilayah kecamatannya tidak ada SMA Negeri, bisa mendapatkan peluang lebih banyak untuk mendaftar ke Kota Malang,” tutupnya. (mg7/oci)

Berita Lainnya :