X-Flora, Deteksi 50 Jenis Hama Apel dan Jeruk

 
MALANG - X-Flora, rancangan business plan dari mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi (FIA)  yang berkolaborasi dengan Fakultas Ilmu Komputer (Filkom) UB meraih juara 2 nasional. Mobile application ini benar-benar memukau juri karena prototypenya akan menghasilkan alat yang mampu mendeteksi 50 jenis penyakit tanaman apel dan jeruk.
“Jadi nanti, kita akan rancang alatnya berupa kamera yang saat kita mengambil gambar tanaman apel atau jeruk, akan langsung tahu jenis penyakit dan hamanya,” jelas Yusdar S Tomalate, tim perancang X-Flora kepada Malang Post.
Mahasiswa Jurusan Bisnis FIA UB ini mengaku, idenya ditujukan untuk petani apel dan jeruk. Yusdar menilai petani saat ini sering mengalami tanamannya terserang penyakit, sehingga alat tersebut dirancang untuk membantu mengatasi hama tanaman tersebut.Dengan sentuhan teknologi terkini yakni Artificial Intelligence (AI) dapat menunjang alat tersebut mendeteksi tanaman melalui kamera.
“Saat difoto, petani akan langsung mengetahui jenis penyakit dan penanganan secara teknis dan kimiawinya seperti apa,” ulasnya.
Tak hanya itu, untuk menangani penyakit tanaman dengan cepat, maka tim juga mengajak para expert di pertanian untuk mengembangkan konsultasi online. Sehingga, petani mendapat dapat sumber informasi langsung dari para ahli. 
“Mereka dapat menelepon si petani dengan jadwal yang ditentukan, tujuannya untuk menyelesaikan masalah pertanian secara cepat dan tepat, menggunakan teknologi dan penyelesaian dengan bantuan expert,” bebernya.
Diakui, prototype yang diteliti sejak Januari ini, cukup rumit dalam hal perancangan. Sehingga, tak hanya survei, tapi persiapan alat dan teknologi juga harus matang. Biaya yang diajukan untuk merancang alat ini nanti sekitar Rp 20 juta. 
“Produksi massal kami belum siap, karena proses developnya sangat sulit karena harus detail. Tapi kami berusaha menyelesaikan alat pada bulan September mendatang,” imbuhnya. 
Sementara itu, alat ini sudah mendapat permintaan untuk dapat menangani permasalahan penyakit tanaman buah naga dan jeruk di Banyuwangi. Dalam kompetisi bertajuk creativepreneur for the nation, tim terdiri dari  Yusdar S Tomalate, Jonathan Hardi Prasetya, Muhammad Irfan, dan Hedy Pamungkas, ini mampu bersaing dengan 71 tim dari seluruh Indonesia yang mendaftar. (mg3/van) 

Berita Terkait

Berita Lainnya :