Sistem Kredit Semester, SMP Ditempuh Dua Tahun


BELAJAR: Model SKS diterapkan di SMPN 3 sebagai salah satu layanan peningkatan mutu pendidikan.

MALANG - Pengembangan pembelajaran dengan menggunakan Sistem Kredit Semester (SKS) merupakan upaya inovatif untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Program ini tidak hanya berlaku di Perguruan Tinggi saja namun juga di tingkat SMP Negeri dengan dengan pembelajaran variatif dan pengelolaan waktu belajar yang fleksibel berdasarkan beban belajar sesuai kecepatan belajar siswa.
Di Kota Malang, ada dua SMP Negeri yang menyediakan program SKS dengan pola 4 semester yakni SMPN 3 dan SMPN 5 Malang. Tidak sembarang siswa yang bisa mengikuti program ini, pasalnya peserta didik harus benar-benar memiliki kemampuan diatas rata-rata. Untuk bisa mengambil SKS 4 semester ini siswa harus memiliki indeks prestasi minimal 86.
Kepala SMPN 5 Malang, Drs. Burhanuddin, M.Pd, mengungkapkan, melalui program SKS pola 4 semester ini siswa bisa mengambil beban belajar sesuai dengan kemampuan siswa. Beban belajar tersebut dilihat dari jam pelajaran. Misalnya untuk satu mata pelajaran per minggunya ada 3 jam maka disebutnya yakni 3 Jam Pelajaran (3 JP).
“Yang berbeda itu jamnya, namun sebenarnya bedanya hanya kalau misal siswa tersebut memiliki IP diatas 86 maka dia boleh mengambil beban belajar 60 JP dalam satu semester,” ujar Burhanuddin.
Sedangkan yang non SKS itu semisal IP nya berada diangka 80 maka hanya boleh mengambil 40 JP selama satu semester. Namun yang ikut sistem SKS pola 4 semester maka siswa dengan IP diatas 86 diperbolehkan mengambil 60 hingga 70 JP. Penghitungan IP di tingkat SMP ini hampir sama dengan di Perguruan Tinggi yakni nilai yang didapat dikalikan dengan JP kemudian dibagi dengan beban belajar.
Siswa yang boleh mengambil SKS pola 4 semester ini adalah mereka yang memiliki IP bagus sesuai standar yang ditentukan serta berminat ikut dalam program ini. Menariknya tidak semua siswa tertarik lantaran beban JP dan standar nilai yang tinggi sehingga membutuhkan perjuang keras. Namun siapa yang bersungguh-sungguh maka hadiahnya adalah bisa lulus sekolah hanya dalam waktu dua tahun saja, karena program ini tidak mengenal kenaikan kelas hanya SKS saja yang dipertimbangkan.
“SKS pola 4 semester ini dimulai sejak kelas VII, selain melihat IP untuk awal juga bisa dilihat dari nilai rapor semasa di SD kelas IV hingga VI,” terangnya.
Selain nilai SMPN 5 Malang juga memadukannya dengan nilai psikotes untuk melihat potensi siswa. Selain itu juga untuk melihat apakah siswa tersebut sudah sesuai dengan kualifikasi atau belum, jika tidak dia harus ikut pola 6 semester. Begitupun ketika ada siswa yang ikut SKS 4 semester namun di semester berikutnya IP nya turun maka anak tersebut harus kembali ke pola 6 semester, karena IP rendah tidak diperbolehkan mengambil beban belajar yang lebih besar.
Program ini ditujukan untuk melayani siswa sesuai bakat dan minat serta potensi siswa terutama mereka yang memiliki kecepatan belajar tinggi serta menginginkan menyelesaikan sekolahnya dengan cepat. Di SMPN 5 Malang sendiri sudah ada 30 siswa yang ikut SKS pola 4 semester, lantaran tahun pertama belum ada peminat sehingga tahun ini belum ada lulusan dari program ini.
“Program ini sudah berjalan selama dua tahun namun ada yang perlu diperbaiki yakni sekolah harus memilih anak yang betul-betul mampu karena kita tidak tahu kemampuan mereka seperti apa lantaran yang menjadi patokan adalah nilai, kadang setelah masuk ternyata kurang pas,” beber Burhanuddin.
Sementara itu, Kepala SMPN 3 Malang, Dra.Tutut Sri Wahyuni, M.MPd, mengungkapkan, di SMPN 3 Malang sudah menerapkan SKS sejak tahun lalu. Setelah dinyatakan diterima di sekolah ini siswa akan diseleksi apakah dia masuk 4 semester atau 6 semester.
“Untuk seleksinya ada beberapa penilaian seperti nilai rata-rata rapor mulai dari kelas IV hingga kelas V untuk mata pelajaran Matematika, IPA, Bahasa Indonesia, dan IPS,” ungkapnya.
Selaian itu juga melihat nilai USBN dilanjutkan dengan tes potensi akademik dari empat mata pelajaran tersebut. Kemudian siswa juga akan mengikuti ujian psikotes untuk melihat kelayakan masuk ke SKS pola 4 semester.
“Tahun lalu ada 25 siswa yang ikut program SKS pola 4 semester ini,” tutupnya. (mg7/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...