Rangsang Kreativitas, Gelar Gebyar Seni Anak


MALANG - Mengambil peran dalam peningkatan pendidikan warga desa Jedong, mahasiswa Universitas Negeri Malang mengoptimalkan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan melakukan sosialisasi media pembelajaran, poster edukasi, hingga unjuk bakat melalui gebyar seni keagamaan. Kegiatan tersebut bertujuan melatih kreativitas sekaligus mewadahi bakat anak-anak di desa Jedong. Tak hanya itu, pengenalan manajemen data berbasis digital juga dikembangkan melalui pelatihan pada staff perangkat desa.
“Warga di desa Jedong sangat mendukung seluruh kegiatan edukasi tersebut, termasuk setiap hari melakukan kegiatan belajar bersama. Sehingga kami juga berkesempatan mengedukasi mereka untuk merancang media pembelajaran yang kreatif dan nantinya akan digunakan di sekolah,” ujar Devita Novi Ameliana kepada Malang Post, kemarin.
Mahasiswa jurusan Kimia ini menambahkan, tim KKN desa Jedong juga menggelar gebyar seni keagamaan untuk menumbuhkan rasa sosial yang tinggi antar warga sekaligus menggali potensi, menyalurkan bakat dan kreativitas anak-anak dalam bidang keagamaan, mulai dari lomba adzan, lomba mewarnai kaligrafi, lomba menulis kaligrafi, lomba fashion show, lomba tartil, dan lomba hafalan juz 30.  
“Duta Kampus UM juga turut serta menyosialisasikan public speaking and catwalk kepada peserta lomba yang diharapkan nantinya akan membantu anak-anak di desa Jedong dalam mengembangkan potensi lainnya, khususnya di bidang fashion,” ungkap Devita.
Tak hanya memotivasi generasi muda di desa Jedong, 19 mahasiswa UM yang melaksanakan KKN  hingga 9 Juli ini juga memaksimalkan pengabdian masyarakat dengan mengedukasi warga dalam hal teknologi melalui pelatihan manajemen basis data bagi staff perangkat desa. Hal ini sangat penting, mengingat era digital yang telah merambah diberbagai bidang dan sangat membantu khususnya dalam hal pengarsipan data.
“Selama ini mereka masih menggunakan data secara manual, padahal melalui arsip digital dapat mempermudah pencarian dan penyimpanan data yang lebih aman. Kami mengenalkan kearsipan data digital melalui Microsoft acces,” pungkas Mahasiswa jurusan Manajemen, Intan Indah Sari.  
Desa Jedong yang amat unik dengan potensi budaya kuda lumping dan bantengannya tersebut perlu dukungan civitas akademika untuk terus memotivasi sumber daya manusia dalam meningkatkan kompetensinya. Mayoritas warga desa Jedong berprofesi sebagai buruh pabrik yang memiliki pemahaman terbatas akan pentingnya pendidikan tinggi.
“Cukup banyak, hampir 70% lulusan warga desa tersebut baru tingkat SD hingga SMP, karena itu penting hadirnya kami untuk mengedukasi masyarakat agar lebih antusias akan sekolah dan melanjutkan pendidikan tinggi untuk dapat meningkatkan kompetensi dan keterampilannya,” imbuh mahasiswa Frangky Dwi Mulyana. (mg3/sir/oci)

Berita Lainnya :

loading...