Gedung Bundar Jadi Andalan Unisma


UNISMA mengembangkan unit bisnis mulai dari kantin, toko buku, gedung pasca, hingga gedung bundar. Dari beberapa unit bisnis tersebut, gedung bundar mulai banyak dilirik oleh rekanan bisnis Unisma. Gedung bundar mampu menampung sekitar 1.500 orang tanpa tribun dan menggunakan tribun dapat menampung 7.000 orang. Fasilitas penunjang seperti sound system, Unisma juga bekerja sama dengan pihak luar.
“Sementara karena gedung bundar ini baru mulai, kami masih jalan sendiri termasuk untuk pengelolaan dan perawatan yang dilakukan oleh Universitas, tapi kedepan kami pasti akan menggandeng rekanan bisnis yang lain,” ungkap UPT Bisnis Unisma, Sunaryo.
“Walau kita sendiri belum melakukan promosi ke masyarakat tapi sudah banyak yang boking dari pihak luar, mulai dari wisuda hingga pernikahan. Sedangkan gedung pasca juga sudah mulai banyak yang menggunakan dari pihak luar terutama untuk seminar setiap bulan,” tegasnya.
Meski begitu, Unisma juga membatasi penggunaan gedung bundar untuk pihak luar, mengingat gedung yang juga diresmikan oleh Presiden Jokowi tersebut masih terbatas dalam hal kedap suara. Sehingga, pada jadwal pelaksanaan perkuliahan, gedung bundar tidak digunakan.
“Gedung bundar masih terbatas dengan kedap suara, sehingga penggunaanya pun dibatasi karena cukup mengganggu fakultas lain yang melaksanakan perkuliahan seperti fakultas kedokteran, hari tertentu seperti Sabtu kami tolak dulu. Setiap tahun Unisma akan membuat gagasan unit bisnis baru yang disesuaikan dengan kemampuan,” tutup Sunaryo. (mg3/oci)

Berita Lainnya :

loading...