Makin Berkualitas, Biaya Kuliah Makin Murah


MALANG – Perguruan Tinggi Swasta (PTS) mulai gencar mengembangkan unit bisnis untuk membantu biaya operasional kampus. Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) misalnya, sejak tahun 2004 hingga saat ini sudah ada 11 unit bisnis yang dikembangkan, salah satunya Taman Rekreasi Sengkaling dan Rumah Sakit UMM yang menyumbang kontribusi terbesar. Dari semua unit bisnis yang dimiliki UMM secara keseluruhan memberikan kontribusi atau mampu membantu biaya operasional sebesar 15 hingga 20 persen.
Sekretaris Humas dan Protokoler UMM Mohamad Isnaini, S.Pd, M.Pd, mengatakan, banyaknya unit bisnis yang dikembangkan UMM tujuannya tidak lain adalah untuk meringankan beban mahasiswa agar biaya SPP dan biaya lainnya lebih ringan.
“Apabila kita lihat dari skala fasilitas yang kami berikan kepada mahasiswa itu sebenarnya tidak sebanding dengan biaya SPP yang dibayarkan,” kata Isnaini.
Ia melanjutkan bila dibandingkan kampus lain dengan fasilitas yang sama, biaya kuliah di UMM masih jauh lebih murah. Karena sebagai kampus swasta yang keseluruhan biayanya mengandalkan mahasiswa, maka untuk menekannya yaitu dengan mengembangkan unit bisnis.
“Misalkan urusan-urusan operasional kampus bisa kami ambilkan dari hasil unit bisnis yang ada, sehingga tudak harus mengambil SPP atau DPP mahasiswa,” terangnya.
Apabila unit bisnis yang saat ini dikembangkan oleh UMM semakin bertambah dan berkembang, ke depannya diharapkan mampu menekan biaya perkuliahan mahasiswa. Dengan demikian secara otomatis mampu mensupport penambahan-penambahan fasilitas yang ditujukan kepada mahasiswa dan seluruh civitas akademika untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
Bahkan pengembangan unit bisnis di UMM semakin digalakkan dengan terus menumbuhkan inovasi baru sesuai kebutuhan pasar, seperti pengembangan Taman Rekreasi Sengkaling UMM menjadi lebih kompleks. Nantinya tidak hanya wahana untuk bertamasya namun juga dilengkapi dengan tempat kuliner serta hotel budged.
“Hotel Budged itu yang digunakan untuk transit. Saat ini pembangunannya sudah mencapai 80 persen dan akan segera kami launching. Bahkan sekarang ini kami sedang membuat Gym Center, semua sedang berjalan,” jelas Isnaini.
Kampus Putih ini bahkan terus berekspansi untuk terus mengembangkan unit bisnis selama UMM mampu. Selain itu pengembangan juga disesuaikan dengan kebutuhan sehingga secara berkelanjutan tidak hanya bergantung kepada mahasiswa.
Diakuinya apabila hanya mengandalkan mahasiswa maka pelayanan yang diberikan tidak bisa maksimal. Lantaran hasil unit bisnis yang ada bisa dipergunakan untuk biaya operasional dan kebutuhan lainnya, sehingga bisa menekan biaya SPP dan DPP mahasiswa tanpa mengurangi layanan atau fasilitas yang diberikan kepada mahasiswa.
“Apabila unit bisnis UMM ini semakin berkembang sangat mungkin untuk menurunkan biaya SPP dan DPP mahasiswa,” ujarnya.
Menurutnya, dengan mengurangi biaya mahasiswa tidak akan membuat kampus merugi karena untuk sebuah pendidikan tidak melulu menghitung secara rupiah bisnis karena Muhammadiyah ingin mengabdi kepada masyarakat sebagai salah satu syiar bukan mengambil keuntungan secara finansial. Salah satu wujud pengabdian UMM kepada masyarakat yakni dengan menyediakan fasilitas yang bermanfaat bagi mereka seperti pendidikan, kesehatan, dan sebagainya.
“Namun kami memberikannya tidak secara gratis, paling tidak bisa memberikan dengan biaya yang murah tetapi dengan fasilitas dan kualitas yang tidak kalah baiknya dengan tempat lain atau perguruan tinggi lain yang fasilitasnya sama atau sejajar dengan UMM,” terang Isnaini. (mg7/oci)

Berita Lainnya :

loading...