Cegah Stress Hospitalisasi Anak Kanker, Kenalkan Terapi


SEBANYAK Empat mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Maharani Kota Malang menemukan metode menarik dalam  menurunkan kecemasan anak kanker selama pengobatan di rumah sakit. Caranya, mendampingi relawan Sahabat Anak Kanker (SAK) dengan melakukan terapi bermain selama kemoterapi di RSSA.
               Anarti, Ahmad Hidayat, Vivin dan Leni Susanti, mahasiswa STIKES Maharani melakukan penelitian tersebut sejak Maret 2017 lalu dalam program pengabdian masyarakat. Terapi ini  dilakukan setiap Rabu dan Sabtu, diikuti setidaknya  110 pasien anak di ruang rawat inap dengan 30 diantaranya adalah anak kanker.
‘’Kami berharap penanganan anak kanker seperti ini ke depan akan lebih maksimal. Khususnya dalam memberikan yang terbaik untuk semangat kesembuhan para jagoan kanker tersebut,’’ jelas Ketua SAK Nur Very Heni Susanto.
                Menurut Veri, panggilan akrab Nur Very Heni Susanto, metode dalam menurunkan tingkat stress hospitalisasi  anak kanker beragam cara. Diantaranya kegiatan terapi bermain dengan cara mengajak anak kanker bermain dan mewarnai serta membuat hasta karya. Seperti yang dilakukan mahasiswa STIKES Maharani tadi.
                Selain itu, selama melakukan kegiatan tersebut, anak kanker harus didampingi dan dibimbing.  Apapun keinginan anak yang dalam masa pengobatan harus diikuti. Diusahakan mengarah pada bermain dan menciptakan suasana yang bahagia.
                Setelah melakukan metode kegiatan ini terbukti tidak ada lagi anak kanker yang mengalami kecemasan berat selama  di rumah sakit. Relawan SAK semakin aktif dalam aktivitas terapi bermain untuk memberikan kebahagiaan bagi anak kanker.
                Yang tidak kalah pentingnya, yakni memberikan semangat dan perhatian secara  khusus. Salah satunya memberikan motivasi bahwa mereka adalah seorang anak yang hebat.  Dengan begitu secara psikologis, mereka akan punya semangat untuk sembuh.
                Setelah mengikuti  kegiatan ini selama kurun waktu tersebut, terbukti tidak ada lagi anak kanker yang mengalami kecemasan berat selama di rumah sakit dan relawan SAK.
                ‘’Ini menunjukkan bahwa untuk menurunkan stress hospitalisasi anak kanker, selain pengobatan juga dilakukan motivasi dan pendampingingan. Selama masa penyembuhan di rumah sakit, upayakan anak itu bisa bahagia, senang dan tidak tertekan dengan suasana rumah sakit. Dengan begitu, pengobatannya akan lebih mudah dan akan segera berhasil,’’ imbuh Nur Very Heni Susanto. (fik/adv/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :