MTs Negeri 1 Malang, Raih Dua Medali Emas dari OSN dan KSM


MALANG - MTs Negeri 1 Malang membuka tahun ajaran baru 2017-2018 dengan prestasi yang mengagumkan. Baru sekitar dua bulan pembelajaran berjalan, dua medali emas sudah diborong dari ajang kompetisi siswa tertinggi di Tanah Air oleh dua orang siswa. Mereka adalah M. Rivan Prawira dari ajang Kompetisi Sains Madrasah (KSM) dan Lugas Ferdinand Hamdi dari ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN).
Tentu hal ini patut dibanggakan oleh civitas madrasah di Jalan Bandung ini dan menjadi motivasi tersendiri untuk menjalankan tugas belajar mengajar yang lebih baik. Hal inilah yang diungkapkan Drs. Samsudin, M. Pd, Kepala MTs Negeri 1 Malang sehari setelah mendampingi siswanya yang berlaga di final KSM Tingkat Nasional di Jogjakarta, (12/8) lalu. 
“Alhamdulillah, kami kembali meraih medali emas di KSM tahun ini. Sebuah awal yang sangat baik untuk memulai tahun ajaran baru,” ungkapnya.
Medali emas KSM seakan telah menjadi tradisi di lingkungan MTs Negeri 1 Malang. Jika tahun lalu medali emas di bidang IPA, tahun ini M. Rivan Prawira berhasil menjadi juara di bidang Matematika.   KSM dan OSN merupakan dua ajang olimpiade bergengsi di Indonesia. Masing-masing memiliki kelebihan dan karakter yang berbeda. Soal-soal OSN murni bidang sains, sedangkan soal di KSM terdapat unsur-unsur agama yang terintegrasi dengan materi umum. “Bisa dibilang soal di KSM itu lebih sulit, tapi soal OSN juga memiliki kualitas tertentu,” imbuhnya.
Samsudin mengatakan, tidak ada perbedaan metode yang signifikan dalam proses bimbingan siswa olimpiade tahun ini. Hanya saja dalam latihan soal-soal, guru pembina tidak lepas dari kisi-kisi soal olimpiade tahun-tahun sebelumnya. “Jadi kisi-kisi itu yang dijadikan acuan, selebihnya adalah semangat dan kesungguhan siswa dalam belajar dan berlatih,” terangnya.
Sementara itu, ditemui Malang Post di sekolahnya M. Rivan Prawira menyampaikan rasa senang dan bangganya.
“Senang sekali bisa mendapat medali emas dan bisa membahagiakan orang tua,” katanya.
Ia mengatakan, prestasi yang dicapainya karena dukungan yang diberikan guru dan orang tua berupa bimbingan dan motivasi. Kiat keberhasilan menurutnya selain tekun dalam belajar adalah rajin berdo’a, istiqomah dalam shalat tahajud dan doa orang tua.
Pada awalnya Rivan  merupakan siswa peserta OSN bersama Lugas Ferdinand Hamdi di tingkat Nasional. Namun tahun ini dia belum berhasil meraih medali. Kegagalannya dalam OSN tidak mebuatnya kecil hati. Sehingga ia pun mencoba berkompetisi di ajang KSM. Hasilnya pun sangat memuaskan. Rivan sukses membawa medali emas untuk Jawa Timur, Kota Malang dan MTs Negeri 1 Malang.
Sementara  itu, Lugas siswa peraih medali emas OSN di Pekanbaru Riau, kini sedang menjalani Training Center (TC). TC ini untuk persiapan menuju ke International Junior Sains Olympiad (IJSO), yang akan dilaksanakan di Belanda bulan Desember mendatang. Tahap pertama dan kedua yang dilaksanakan di Bandung dan Jakarta telah berhasil dilalui oleh Lugas. Dan saat ini sedang proses menuju tahap ketiga.
Selain medali emas di OSN dan KSM, di awal tahun ajaran baru ini juga ada lima siswa yang berhasil membawa medali perak di ajang Singapore Mathematic Olympiad (SMO). Mereka antara lain Abdillah Fatwa Shandy, M. Abdillah Roikhan, M. Iqbal Asrif, M. Rivan Prawira dan Nadif Mustafa.  
Waka Kurikulum Drs. Mujtahid juga mengungkapkan rasa syukur akan prestasi peserta didiknya di ajang KSM, OSN dan SMO. “Alhamdulillah, ini prestasi yang membanggakan. Meskipun sebenarnya target utamanya bukan juara, tapi lebih pada mengembangkan minat dan bakat anak,” katanya.  
Ia mengatakan, prestasi tersebut merupakan hasil kerja keras dari semua pihak. Baik manajemen, pendamping, orang tua  dan para siswa sendiri. “Semua ini karena proses yang panjang. Terutama saat dilakukan pendampingan mulai dari tingkat kota, provinsi, hingga skala nasional,” imbuhnya.  (imm/sir/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...