Siswa SDI Sabilillah Berprestasi Olahraga dan Seni


MALANG – Serius menggarap bakat dan minat siswanya, merupakan salah satu faktor dibalik kemenangan Nada Sofy Adzkia dalam ajang FLS2N tingkat provinsi beberapa waktu yang lalu. Siswa kelas lima SD Sabilillah Malang ini berhasil meraih gelar juara harapan II dalam bidang lomba menyanyi solo.
Diceritakan oleh Ida Nur Lailani, ibu Nada, bakat menyanyi putri keduanya telah terlihat sejak duduk di TK-B, ketika sang guru menyadari suara emasnya. Nur pun masih sempat tak percaya, mengingat Nada kecil termasuk anak yang masih suka menangis. Bakat menyanyinya kemudian terasah melalui perhatian serius dari SDI Sabilillah Malang dengan menampilkan Nada dalam berbagai gelaran acara, seperti wisuda, acara Simfoni Khazanah Bangsa di sekolah.
“Saat tampil di sekolah, Nada biasanya nyanyi bersama dengan teman yang lain. Tahun lalu juga ikut dalam FLS2N tapi terhenti di tingkat kota. Tahun ini Alhamdulillah bisa mewakili kota Malang dan dapat juara,” ujarnya.
Dalam mempersiapkan perlombaan ini, Nur mengatakan sekolah sangat berperan aktif dengan mendatangkan pelatih yang profesional. Berkali-kali dia memuji upaya sekolah mengantarkan anak bungsunya ini tampil hingga ke tingkat provinsi.
“Sekolah cermat dalam melihat kelebihan anak, jadi tidak hanya berfokus pada bidang akademiknya saja. Untuk persiapan ini kemarin, sekolah mendatangkan pelatih yang benar-benar professional dan anaknya juga merasa nyaman,” urainya.
Menyanyikan lagu Andai Aku Tlah Dewasa milik Sherina, dan lagu Keraban Sape, Nada menuai pujian dari para juri berkat karakter dan suaranya. Meski begitu, teknik mic nya perlu ditingkatkan. Nada pun juga bercita-cita menjadi penyanyi, dan tetap harus unggul di akademik seperti halnya penyanyi favoritnya, Maudy Ayunda.
“Maudy Ayunda itu suaranya bagus, dan dia juga pintar,” ujar siswa yang mendapatkan peringkat empat di kelasnya ini.
Prestasi lain yang tak kalah membanggakan disumbangkan M Syahrizal Ashari, siswa kelas V SDIS. Sepanjang 2017 ini saja, sudah sembilan medali yang diraihnya untuk bidang lomba Sepatu Roda, Yang terbaru, Rizal, begitu ia biasa disapa, meraih juara 3 dalam ajang international di Solo.
“Lawan saya ada dari China, Singapura dan Thailand,” ungkapnya.
Putra pasangan Ashari dan Sri Wahyuni ini mengaku tidak pernah minder ketika berlomba. Dengan persiapan matang ia selalu optimis bisa menjadi yang terbaik.
“Yang penting jangan lupa berdoa ketika mulai berlomba,” ungkap siswa yang bercita-cita menjadi arsitek ini.
Keikutsertaan Rizal di olahraga sepatu roda sudah dimulai sejak kelas 1 SD. Ia pun bergabung dengan sebuah club sepatu roda di Malang. Dengan konsep pembelajaran tuntas di SDIS, Rizal tak khawatir dengan tugas sekolahnya karena tidak pernah ada PR. Hanya saja, ia mengakui ingin lebih fokus belajar menjelang kelas VI nanti. (mg19/oci/sir)

Berita Lainnya :

loading...