Semarak HUT RI, Bangun Nasionalisme dan Kebersamaan

 
MALANG – SMA Islam Malang menggelar beragam kegiatan peringatan 72 tahun kemerdekaan RI. Acara diawali jalan sehat, bazar, pentas seni pada hari pertama. Di hari kedua, digelar bermacam perlombaan siswa. Kegiatan ini digelar untuk menanamkan rasa kebersamaan, persatuan dan nilai-nilai nasionalisme pada peserta didik. 
Kegiatan jalan sehat yang diikuti oleh seluruh guru dan siswa SMA Islam, digelar pada Sabtu lalu. Peserta diberangkatkan pukul 06.30 WIB oleh kepala SMA Islam Drs. Sularto M.Pd. Rute jalan sehat sekitar 3 kilometer dari Jalan Kartini, Jaksa Agung Suprapto, Basuki Rahmat, Kahuripan, dr. Soetomo hingga kemabali ke sekolah. Selain membuat hubungan antar guru dan siswa semakin kompak, jalan sehat bernilai lebih untuk menjadikan tubuh sehat dan bugar. Sebab kondisi fisik yang sehat sangat berpengaruh pada kelancaran proses belajar mengajar. 
Usai jalan sehat, para siswa dapat menikmati bermacam jajanan yang disediakan di stan-stand bazar oleh siswa-siswi SMA Islam yang bergelut di bidang kewirausahaan. Terdapat 28 stand bazar yang mewakili 28 kelas. Seluruh stand ini juga dilombakan dengan penilaian pada konsep dan hiasan stand itu sendiri. 
Di waktu yang sama, juga dilaksanakan pentas seni siswa. Sesi ini menjadi ajang pengembangan bakat dan kreativitas siswa SMA Islam di bidang seni. Seperti band, tari topeng dan tari modern. Setiap kelas juga mengirimkan perwakilan untuk mengikuti fashion show dalam rangka kontes pemilihan Miss SMA Islam. 
Pada hari kedua, acara dimeriahkan dengan mengadakan lomba-lomba seperti ranking 1, memasukkan pensil dalam botol, bakiak dan balap karung. 
“Tujuannya untuk menumbuhkan kreativitas siswa dan kerja sama serta semangat nasionalisme,” ujar Sandy Ilham Firmansyah selaku Ketua Osis SMA Islam. 
Kepala SMA Islam Drs. Sularto, M.Pd mengatakan, kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan RI   menjadi momentum membangun nasionalisme dan kebersamaan. Selain itu juga bisa mengenang kembali jasa para pahlawan yang telah rela berkorban untuk meraih kemerdekaan.  
“Mencapai kemerdekaan itu tidak mudah, harus melalui proses yang panjang dengan tantangan yang luar biasa. Maka sepantasnya kita wajib menjaga, membela dan memperjuangkan bangsa ini menjadi negera kesatuan yang Berbhineka Tunggal Ika,” ungkapnya. 
Diuraikannya, 72 tahun sudah Bangsa Indonesia memproklamirkan diri sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat. Seluruh bentuk penjajahan dihilangkan dari Bumi Pertiwi untuk mewujudkan cita cita bangsa yang luhur dan bermartabat. Salah satu upaya yang dilakukan hingga detik ini yaitu dengan menggalakkan pendidikan yang bekualitas demi mencetak generasi yang cerdas dan berkarakter.
Maka karakter yang dibangun adalah karakter kebangsaan yang diwujudkan dengan Cinta Tanah Air dan Nasionalisme. Di lingkungan SMA Islam Malang, penanaman sikap dan rasa nasionalisme ini dilakukan dengan cara menggelar dan memperingati Hari-hari Nasional. Salah satunya peringatan Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh pada 17 Agustus setiap tahunnya.
Ia juga menambahkan, untuk memaknai kemerdekaan harusnya mengacu kepada UUD 1945. Bahwa setiap rakyat Indonesia memiliki hak pendidikan. Rakyat bebas memilih untuk sekolah di lembaga mana pun. Entah swasta maupun negeri, tanpa dibatasi aturan yang terkesan diskriminatif. (imm/sir/oci)  

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...