Peringati Kemerdekaan, Beri Penghargaan untuk Siswa Teladan

 
MALANG – Di SMPK Kolese Santo Yusup 1 Unit Sutomo, peringatan Kemerdekaan Ke-72 RI menjadi momen pemberian penghargaan kepada siswa-siswi teladan. Kamis (17/8) kemarin, ada puluhan penghargaan yang diberikan kepada siswa-siswi berprestasi yang layak dijadikan teladan. 
Kepala SMPK Kolese Santo Yusup 1, Tjiong Mei Tjien, S. Pd mengatakan teladan dalam hal ini dari berbagai macam konteks. Tidak hanya akademik, tapi juga non akademik. Misalnya siswa yang patut diteladani dari segi semangatnya, kepemimpinan, kepedulian, kesederhanaan, dan lain sebagainya. 
“Semua siswa yang memiliki kelebihan pada nilai-nilai karakter tersebut akan kami beri penghargaan, meskipun dari segi akademik tidak cemerlang,” ucapanya.        
Bahkan kata Maria Monica, sapaan akrabnya, siswa yang pernah tidak naik kelas pun, akan diberi penghargaan jika yang bersangkutan belajar sungguh-sungguh sehingga mengalami peningkatan. Temasuk yang berkaitan dengan pretasi bidang seni kreativitas yang telah mengharumkan nama sekolah. 
“Dengan kata lain sekolah kami tidak menghargai anak-anak karena kemampuan berpikirnya saja, tapi segala aspek yang ada pada mereka kami hargai,” tambahnya.
Penghargaan Karya Nugraha diberikan berupa piala dengan bermacam-macam simbol nama. Misalnya, piala Einstein untuk pelajar teladan bidang Iptek. Piala Mahatma Gandhi untuk pelajar teladan kepemimpinan. Piala Adi Negoro untuk pelajar teladan bidang jurnalistik. Piala Santo Yusup untuk pelajar teladan semangat. Piala Theresia untuk pelajar teladan kepedulian, dan piala Maria untuk pelajar teladan kesederhanaan. 
Monica mengatakan penghargaan tersebut diberikan sebagai support kepada para siswa agar lebih percaya diri. 
“Seseorang yang percaya diri akan sukses. Karena dia akan bisa mengatasi segala rintangan. Kalau minder sekalipun pintar tidak akan berhasil,” tuturnya. 
Para siswa teladan, didapat dari hasil pleno para guru. Namun siswa yang masuk sebagai kandidat, merupakan hasil voting dari seluruh siswa. Hal ini dilakukan untuk mencari yang terbaik dari yang baik-baik. Sebab untuk mengetahui karakter siswa yang sesungguhnya, diperlukan informasi dari temannya sendiri. 
Dalam kesempatan itu, Monica juga menjelaskan bahwa sejak tahun ajaran baru ini SMPK Santo Yusup 1 telah menerapkan sistem moving class dan five days school. Dengan masa belajar hanya lima hari diharapkan dapat memberikan hasil yang maksimal. Setiap harinya kegiatan belajar mengajar dilaksanakan sampai  pukul 14.00 WIB. Ditambah 1 jam riview yang dimanfaatkan oleh siswa untuk melakukan konsultasi pelajaran dan mendapatkan bimbingan langsung oleh guru secara personal. “Semua guru harus welcome, siswa harus dibantu sampai bisa. Harapan kami anak pulang sudah tidak lagi membawa permasalahan yang tidak dimengerti,” terangnya.
Jika jam review masih bersisa, bisa dimanfaatkan siswa untuk belajar kelompok atau ke perpustakaan untuk sekedar membaca buku. Semua siswa dibina dengan baik agar tidak ada waktu yang terbuang sia-sia di sekolah. Bagi siswa yang aktif di kegiatan ekstra mereka melanjutkan kegiatan hingga pukul 16.30 WIB. “Kami tidak meminta uang lebih pada  orang tua. Kami hanya minta waktu saja untuk memberikan yang terbaik untuk bagi putra-putri mereka. Jadi jangan takut untuk memasukkan putra-putri mereka ke SMPK Santo Yusup 1 Unit Sutomo,” tegasnya. (imm/sir/oci)   

Berita Terkait

Berita Lainnya :