72 Siswa Kibarkan Bendera 72 Meter

 
MALANG – Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) digelar penuh makna di Kampus Putra Indonesia Malang (PIM). Usai menggelar upacara bendera, kemarin (17/8), sebanyak 72 siswa PIM membentangkan bendera merah putih sepanjang 72 meter. Tak hanya itu, juga ditampilkan konfigurasi/mozaik oleh siswa, dan berbagai macam tarian tradisional dari beberapa daerah di Indonesia yang dibawakan oleh 32 penari.
Ketua Panitia Acara,  Devanus Lahardo, SE., MM. Kes mengatakan, peringatan kemerdekaan RI di PIM diusung dalam konsep yang berbeda. Yayasan pendidikan yang menaungi empat institusi pendidikan yaitu SMK Putra Indonesia Malang Program Keahlian Kimia Industri  dan Program Keahlian Farmasi Industri, Akademi Analis Farmasi  & Makanan serta Akademi Farmasi Putra Indonesia Malang ini berharap, generasi muda memiliki nilai kedisiplinan, kekompakan, dan kerjasama yang nyata.
“Di zaman serba teknologi ini, kami ingin generasi kita bertindak secara nyata bersama mencapai cita-cita proklamator. Kegiatan ini diharap dapat mengemas ketiga nilai tersebut, juga menanamkan pemahaman kemerdekaan untuk mereka,” ujar Devanus.
Selepas upacara peringatan dihelat, rangkaian acara dimulai dengan gelaran tarian dari berbagai daerah di Indonesia. Sekitar tujuh tarian dibawakan secara gemulai oleh 32 penari untuk menunjukkan keaneragaman peserta didik yang berada di lingkungan pendidikan PIM. Selama 41 menit, satu kelompok penari bergantian membawakan tariannya.
Penonton mengerumuni jalan raya depan sekolah yang sesaat diubah menjadi panggung dengan keberadaan karpet abu-abu. Tari usai, bergantian dengan penampilan mozaik oleh siswa. Mozaik tersebut membentuk empat tampilan, diantaranya 72 tahun, warna merah dan putih, dan logo yayasan PIM.
PIM berkibar, yakni pengibaran 72 meter bendera merah putih oleh 72 peserta didik PIM menjadi puncak acara ini. Terbagi menjadi dua kain, siswa memegang ujung-ujung bendera dan membentangkannya. Para penari berbaris rapi di sisi bendera, mengibarkan bendera putih dalam hentakan lagu-lagu nasionalisme.
Seluruh kegiatan ini, lanjut Devanus, dibuat untuk memasukkan nilai nasionalisme, kekompakan, kerja sama, dan disiplin yang tertuang penuh baik sejak latihan yang dimulai sejak satu bulan yang lalu, hingga pelaksanaan hari ini. 
“Dibutuhkan kerja sama tim agar kekompakan tetap terjaga, disiplin saat latihan karena jumlah peserta yang banyak, dan setelah melihat keanekaragaman budaya dan lagu-lagu nasionalisme, anak-anak akan diharap akan semakin cinta dengan negaranya,” imbuhnya.
Selain kegiatan ini, peringatan HUT Kemerdekaan RI juga dimaknai dengan gelaran lomba orasi dan lomba karya tulis bertema ‘Dengan Kerjasama Solid, Wujudkan Kesejahteraan di Lingkungan Yayasan PIM’ yang diikuti oleh dua peserta di masing-masing kelompok. Juga kegiatan kerja bakti serentak yang dimulai dari jajaran pembina, pengurus, pengawas yayasan, mahasiswa dan siswa PIM.
“Kami ingin bergerak secara nyata, membuktikan meskipun mereka adalah generasi teknologi, namun tetap aktif memberikan kontribusi dalam cita-cita kemerdekaan. Sebagai lembaga pendidikan, kami berharap dapat mencetak generasi-generasi emas yang siap berkompetisi,” tutup Devanus. (mg19/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...