Rektor Unisma Semangat Lomba Balap Karung

 
MALANG – Semarak peringatan hari kemerdekaan ke-72 RI di Universitas Islam Malang (Unisma) menjadi momentum untuk mewujudkan kebersamaan melalui perlombaan. Lomba digelar di lapangan Unisma, kemarin. Jenis perlombaan yang dipilih mampu mewujudkan rasa kebersamaan, diantaranya lomba balap karung, bakiak, pecah kendil, dan makan kerupuk. Keseruan nampak ketika para jajaran rektoratpun turut melepas sepatunya dan mengikuti lomba.
Rektor Unisma, Prof. Dr. Maskuri, M.Si mengawali perlombaan balap karung melawan para wakilnya. Maskuri bertanding melawan wakil rektor I Unisma, Prof. Dr. Junaedi Mistar dan Wakil Rektor II, Noor Shodiq Askandar, SE.,MM. Berbagai aksi dilakukan, untuk mencapai garis finish terlebih dahulu.
Keakraban terlihat, ketika rektor dan wakil rektor saling menunjukkan antusias mereka untuk mencapai garis finish. Wakil rektor I, mencoba berbuat berani dengan menarik pakaian rektor. Terlihat mereka bisa tertawa lepas. 
”Wah, bisa menarik pakaian rektor itu hanya dilakukan sekali setahun. Tapi saya senang. Saya senang dan bahagia, bisa melakukan itu bersama rekan kerja saya,” ungkap Maskuri.
Keseruan tidak hanya diperlihatkan melalui perlombaan ini saja.Perlombaan lainnya, seperi pecah kendil, lomba bakiak, dan juga makan kerupuk juga mampu memperlihatkan pemandangan yang sama.Kehebohan juga terlihat, ketika keseruan para peserta yang menggunakan segala aksi untuk mencapai garis finish tercepat.
Maskuri mengatakan, tahun ini, ia bisa mengimplementasikan lagi satu tema yang diusung, yakni harmonisasi,dengan cinta, agama dan kejujuran, serta keikhlasan. 
“Di sini senangnya saya bisa mewujudkan adanya rasa kebersamaan. Walupun hanya singkat beberapa lomba, dan tidak lama, namun saya merasa ini, adalah salah satu cara untuk mewujudkan kebersamaan bagi seluruh warga Unisma,” lanjutnya.
Maskuri juga menyampaikan hakikat kemerdekaan bagi dirinya. Melalui perlombaan ini, menurutnya adalah wujud dari adanya hakikat kemerdekaan. Merdeka dalam melakukan aksi apapun ketika di lapangan. Serta merdeka untuk bertanding dengan siapapun.
Namun, ada hal yang sedikit ia sayangkan. Kemerdekaan Indonesia masih belum bisa sepenuhnya, sebab masih ada sektor tertentu yang dirasa belum merdeka. Misalnya, ia menyebutkan sektor ekonomi dan teknologi yang masih dikuasai pasar global.
Kegiatan perlombaan kerakyatan ini sebelumnya diawali dengan upacara bendera. Dalam upacara, Maskuri menyampaikan program-program untuk 2018 agar bisa diwujudkan bersama, melalui sinergitas serta kebersamaan dari seluruh civitas akademika Unisma.(sin/adv/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :