magista scarpe da calcio Anugerahkan 10 Penghargaan untuk Siswa Peduli


Anugerahkan 10 Penghargaan untuk Siswa Peduli


PERINGATAN HUT ke-72 Kemerdekaan RI di SMPK Kolese Santo Yusup 2 Unit Borobudur berlangsung khidmat dan menggembirakan. Khususnya 10 siswa yang pada Kamis (17/8) lalu, dinobatkan sebagai siswa teladan di empat bidang dengan kategori ‘Siswa Peduli’. Gelar ini disematkan secara langsung oleh Kepala SMPK Kolese Santo Yusup 2, Lusia Ari Kriswati, S. Pd usai upacara kemerdekaan dilangsungkan.
Seperti halnya penghargaan yang diberikan oleh negara kepada orang-orang yang terampil dan inspiratif, gelar Siswa Peduli ini juga seakan menjadi simbol bagi seluruh siswa SMPK Santo Yusup 2, bahwa setiap karya mereka yang bermanfaat bagi lingkungan akan apresiasi. Tidak hanya akademik, penghargaan di momen spesial ini justru diberikan kepada siswa yang memiliki karakter yang patut dicontoh oleh semua siswa.
Sepuluh siswa yang memperoleh gelar Siswa Peduli antara lain Yeni Sumargo , Aillen Faine dan Adonia Mirana sebagai Siswa Peduli Literasi. Sabrina Araminta dan Devala Kumara, memperoleh gelar Siswa Peduli Lingkungan. Chirstopher Natanael Yarman, Dillon dan David Maldini, meraih gelar Siswa Peduli Kejujuran. Serta Yanuar Allan Nurdiansyah dan Ciello Chrys Chellion Cahyono disematkan sebagai Siswa Peduli Teman.
Lusia Ari mengatakan, para guru selama satu pembelajaran selalu memantau dan melakukan penilaian terhadap sikap dan perilaku siswa yang mencerminkan kepribadian mereka. Mulai dari hal-hal kecil, seperti membuang sampah, mengumumkan barang temuan, hingga kepedulian terhadap temannya.
Di akhir tahun para guru menentukan siapa diantara siswa yang berhak mendapatkan gelar siswa peduli.
“Kalau akademik pasti penilaian didapat dari hasil ujian atau ulangan. Tapi kalau karakter, diperlukan proses yang panjang dan berkesinambungan. Tidak serta merta dalam waktu yang singkat,” ujarnya.   
Dibentuknya program penghargaan bagi siswa yang memiliki kepedulian ini menunjukkan bahwa SMPK Kolese Santo Yusup 2, yang memang dikenal unggul di bidang akademik, tidak hanya mementingkan sisi kognitif saja. Lebih dari itu, karakter peserta didik menjadi nilai lebih yang mencerminkan yang berkualitas.  “Kami dipercaya untuk menerapkan Pendidikan Penguatan Karakter. Oleh karenanya kami gaungkan di setiap helaan nafas siswa. Supaya mereka tahu pendidikan karekter itu penting sekali,” tegasnya.
“Mengisi kemerdekaan itu harus komplit. Terutama dalam mempersiapkan generasi bangsa yang cemerlang dalam akademik, juga cemerlang di bidang karakter,” ungkapnya saat ditanya makna kemerdekaan.
Usai upacara kemerdekaan, SMPK Santo Yusup 2 melakukan pisah kenang dengan tujuh guru yang telah memasuki masa purna bakti. Mereka yang telah berjasa dalam memajukan lembaga ini adalah Drs. Handojo Soewandi, Urbanus P. Sihombing SH, Dra. Werdhi Pratiwi, Rizawati, S.Kom, T. Sutrisno, S.Pd, Edy Prayitno, SH dan Renie Halim.
Untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan, Pengurus OSIS SMPK Santo Yusup 2 menggelar lomba sehari sebelum upacara. Diantaranya lomba sepak bola, estafet kelereng, ninja warior dan lomba memasak untuk guru. Ketua OSIS, Angelica Pingkan mengatakan semua agenda berjalan lancar berkat kerja keras pengurus OSIS dan dukungan guru dan siswa.
“Karena kami sudah mendapat bekal saat latihan tingkat dasar kepemimpinan yang mengajarkan kami kerjasama dan beroganisasi,” ungkapnya. (imm/sir/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top