magista scarpe da calcio Paper Mob Mahasiswa Baru UB - Doa Profesor Bisri, Semoga Lulusnya Gampang


Paper Mob Mahasiswa Baru UB - Doa Profesor Bisri, Semoga Lulusnya Gampang


MALANG – Tradisi mahasiswa baru (Maba) Universitas Brawijaya (UB) menggelar paper mob, terus berlanjut. Ribuan Maba menyuguhkan umbrella mob, Sabtu (19/8) pagi, sebagai bagian dari Rangkaian Acara Jelajah Almamater Universitas Brawijaya (RAJA Brawijaya). Yang menarik, Rektor UB Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, MS langsung berdoa agar para Maba ini bisa lulus tepat waktu.
Ya, umbrella mob dari mahasiswa baru ini membentuk 32 konfigurasi berupa kalimat dan gambar-gambar. Beberapa konfigurasi yang terbentuk di antaranya logo UB, logo Raja Brawijaya, peta Indonesia, dan beberapa kalimat yang menjadi tagline bagi mahasiswa baru tahun angkatan 2017 ini. Sebanyak 4.800 payung dikerahkan untuk membuat konfigurasi tersebut. Meski panggung berada di atas bunderan Brawijaya, namun layout paper mob justru menghadap ke arah kanan panggung atau ke arah jalan Soekarno Hatta.
Meski begitu, tak seluruh dari jumlah 11.131 mahasiwa baru yang disebut dengan Adipati 55 tersebut ikut berpartisispasi dalam gerakan umbrella mob. Terpantau, barisan mahasiswa difabel dan beberapa barisan lainnya berada di luar lapangan sehingga meraka hanya dapat berpartisipasi dengan membawa pom-pom berwarna merah dan putih untuk membentuk gambar bendera Indonesia.
“Hanya mahasiswa yang berada di lapangan saja yang memegang payung. Jumlahnya sekitar 4800 payung yang kita pesankan dari Surabaya, lalu didatangkan dari Jakarta. Ada empat warna payung untuk membentuk konfigurasi, yaitu merah, biru, kuning dan hijau,” kata Ketua Pelaksana, Azzam Izzudin.
Seolah menjadi tradisi bagi Universitas Brawijaya untuk membentuk suatu konfigurasi dari barisan mahasiswanya pada pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB). Tahun 2015 lalu, upacara pembukaan PKKMB bagi 13. 386 mahasiswa baru dimeriahkan dengan paper mob membentuk tulisan UB. Tulisan tersebut dibuat dengan menggunakan kertas warna emas dan biru, ditambah dengan aksen merah putih merah putih sebagai wujud nasionalisme.
Setahun sebelumnya, tema PIMNAS diusung oleh paper mob pada upacara pembukaan PKKMB. Hal ini dikarenakan . Logo lain yang dibentuk mahasiswa dalam arahan koordinator lapangan, yakni logo UB, dan logo Raja Brawijaya.
Upacara pembukaan Raja Brawijaya kemarin juga diikuti oleh 30 mahasiswa difabel yang berada dalam barisan tersendiri. Sebanyak kurang lebih tujuh orang volunteer berada di depan barisan berperan untuk menyampaikan bahasa isyarat.
Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, MS mengatakan proses rekruitmen mahasiswa baru dilakukan secara ketat dengan jumlah pendaftar sebanyak 200 ribu. Meski proses masuk UB yang sulit, Bisri berharap untuk mahasiswa mengalami kemudahan untuk proses kelulusannya mendatang.
“Semoga nanti mahasiswa kami keluarnya gampang, artinya tepat waktu dan tepat mutu. Kami targetkan semuanya lulus paling lama tepat empat tahun, dengan IPK minimal tiga,” katanya.
Dalam proses pendidikan akademiknya nanti, Bisri juga berharap mahasiwa aktif dalam giat organisasi untuk memupuk kemampuan leadership. Tahun ini, pihaknya juga akan lebih menekankan kecintaan pada negara dengan memasukkan wawasan kebangsaan di setiap kegiatan mahasiswa.
“Kami juga sampaikan dalam rangkaian acara ini dengan adanya lagu-lagu daerah yang dinyanyikan, juga baju-baju adat yang ditampilkan,” sambungnya.
Untuk menghindari perploncoan dan bullying yang kerap menghantui masyarakat dalam agenda penerimaan mahasiswa baru, dirinya telah meminta peran dekan tiap fakultas untuk terjun langsung memantau pelaksaanaan kegiatan di fakultas masing-masing. Pihaknya juga telah membuat kesepakatan dnegan Eksekutif Mahasiswa (EM), bahwa bagi mahasiwa yang tidak mengikuti rangkaian acara dapat dinekana sanksi dengan tidak diperbolehkan untuk mengikuti kegiatan organisasi EM atau BEM.
“Secara buku pedoman, hal ini memang belum diatur secara rigid. Namun secara moral akan kami buatkan,” imbuhnya.
Dibandingkan dengan tahun lalu, jumlah mahasiswa baru yang diterima di Brawijaya mengalami penurunan. Bila tahun lalu jumlahnya berada di angka 12.650, maka tahun ini UB hanya menerima 11.131. Itupun belum dikurangi dengan 477 mahasiswa yang terdaftar di kampus 4.
“Targetnya memang kami turunkan mahasiwa sampai di titik optimum, dasarnya yakni rasio dosen dan mahasiwa, infrastruktur, dan sebagainya. Untuk kampus utama, idelanya jumlah mahasiswa S1 antara delapan hingga sembilan ribu, sedangkan mahasiwa S2 yang harusnya dinaikkan. Tahun ini, kami menerima hampir seribu mahasiswa baru jenjang S2,” kata Bisri.
Upacara pembukaan RAJA Brawijaya kemarin juga menampilkan Colour Guard Maching Band yang melakukan atraksinya dengan lincah. Alunan berbagai lagu dinyanyikan oleh Paduan Suara Mahasiswa. Pembukaan RAJA BRAWIJAYA 2017 ditandai dengan pemukulan gong oleh Rektor tepat pukul 07.00 WIB, dilanjutkan dengan bunyi sirine, dan penurunan Banner bertuliskan ‘Kita Satu Brawijaya’ oleh UKM tembak. (mg19/ary)

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top