magista scarpe da calcio Bersatu, Mardi Wiyata Semarakkan HUT Kemerdekaan


Bersatu, Mardi Wiyata Semarakkan HUT Kemerdekaan


MALANG - Seperti biasanya peringatan HUT Kemerdekaan Indonesia di Lembaga Mardi Wiyata komplek Jalan Semeru di gelar terpadu. Termasuk pada tahun ini,TKK Mardi Wiyata, SDK Mardi Wiyata 2 dan SMPK Mardi Wiyata  melangkah bersama dalam gerakan Jalan Sehat pada (16/8) lalu. Dalam rangka memeriahkan HUT ke-72 Kemerdekaan RI, seluruh guru dan siswa dari tiga lembaga tersebut bersatu dengan memakai dresscode merah putih.
Kegiatan ini pun menjadi pemandangan yang indah oleh masyarakat Kota Malang yang ada di Jalan Semeru dan sekitarnya. Kebersamaan dalam sebuah kegiatan jalan bersama oleh siswa TK yang masih kanak-kanak didampingi oleh kakak-kakaknya yang duduk di bangku SD dan SMP menjadi kesempatan yang jarang terjadi. Sehingga kegiatan ini pun dinilai positif, selain untuk kemeriahan hari Kemerdekaan, tiga lembaga itu pun telah menunjukkan kekompakannya dalam mendidik generasi bangsa yang cerdas dan berkualitas.
Kebersamaan juga terlihat saat acara puncak, yakni pada pelaksanaan upacara Kemerdekaan yang digelar pada 17 Agustus keesokan harinya. Masing-masing lembaga mempunyai tugas dalam upacara tersebut. Seperti pasukan Paskibra, pembaca UUD 1945, pemimpin upacara dan lain-lain. Adapun yang bertindak sebagai inspektur upacara tahun ini, adalah YB. Wiyoto, S.Pd, Kepala SDK Mardi Wiyata 2.
Melalui momen tersebut, Wiyoto menginginkan kebersamaan antar tiga lembaga Mardi Wiyata di komplek Jalan Semeru harus selalu terjalin sehingga semakin kompak dan kuat. Ia menggambarkan sebuah filosofi dari Sapu Lidi, yang tidak akan pernah bisa membersihkan satu tempat dari sampah jika hanya satu lidi saja yang digunakan. Tapi butuh banyak lidi yang disatukan sehingga bisa membersihkan satu tempat.
“Seperti halnya Mardi Wiyata yang ada di komplek (Jalan Semeru ) ini. Terlihat akan kuat dan solid jika sering menggelar acara bersama, dengan melibatkan seluruh guru dan siswa,” ucapnya saat ditemui Malang Post, kemarin.
Ia menambahkan, untuk meningkatkan kualitas lembaga tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Kordinasi menjadi langkah penting  untuk mewujudkan kamajuan. “Seperti yang diwariskan oleh pendahulu bangsa ini, bahwa kita harus bergotong royong dan sesuai dengan tema Kemerdekaan tahun ini, Indonesia Bekerja bersama,” tuturnya.
Di internal SDK Mardi Wiyata 2, peringatan Kemerdekaan dimeriahkan dengan lomba-lomba. Antara lain lomba menghias kelas, makan kerupuk, roda gila, balap karung dan cantol topi.
Wiyoto menjelaskan merdeka tidak bisa diartikan bebas sebebas bebasnya. Namun merdeka yang memberikan kebebasan siswa berekspresi dan berkreasi sesuai dengan bakat masing-masing.
Demikian juga yang disampaikan oleh Drs. Jeremias, kepala SMPK Mardi Wiyata. “Konsep saya dari dulu, pendidikan itu membebaskan semua siswa dan guru untuk menyerap ilmu dan membina mental. Artinya jangan membuat siswa tertekan sehingga bertolak belakang dengan arti kebebasakn itu sendiri,” terangnya.
Menurutnya, untuk mengisi Kemerdekaan generasi muda harus berinovasi. Sebab dengan inovasi itulah bangsa Indonesia akan maju. “Kalau dulu pahlawan kita dengan lantang mengatakan merdeka atau mati. Kalau sekarang berinovasi atau mati. Mati ilmu, mati kreatifitas, mati semangat dan sebagainya. Maka generasi bangsa, harus berinovasi,” tegasnya. (imm/sir)

Berita Lainnya :