UM dan UB Mengalami Penurunan Peringkat


MALANG – Dua Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Kota Malang mengalami penurunan peringkat, klasifikasi pemeringkatan oleh Kementiran Riset, Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemenristek dikti) 2017. Universitas Negeri Malang (UM) diantaranya, kategori Sumberdaya Manusia (SDM) menurun. Tahun lalu, Peringkat UM kategori ini menduduki urutan ke-3, dan kali ini peringkat ke 6. Penyebab menurunnya peringkat itu ada beberapa faktor, yakni rasio dosen dan mahasiswa, jumlah professor, dan jumlah doctor yang belum memenuhi target. Terlebih dua tahun ini, banyak professor yang pensiun.
Wakil rektor IV Bidang Kerjasama, Komunikasi, Publikasi dan Perencanaan Dr. I Wayan Dasna, M.Si, M.Ed, mengungkapkan, permasalahan dari banyaknya professor yang pensiun dua tahun ini, membuat UM masih harus menambah jumlah guru besar. Sedangkan, jumlah doctor yang masih bersekolah diluar negeri masih banyak. Demikian juga jumlah guru besar dan doctor di UM masih jauh dari target.
Dari 928 jumlah dosen. UM seharusnya mempunyai 250 guru besar, dan 350 doktor. Saat ini, UM masih mempunyai 82 guru besar, dan 350 doktor. Menurut dia, hal ini mustahil jika digunakan sebagai bahan evaluasi peningkatan peringkat terkait SDM ditahun depan. Sebab, bagi dia, melakukan proses guru besar tidak bisa cepat dan ditentukan.
“Sebenarnya, kami juga sudah melakukan program untuk percepatan program guru besar. Namun, ternyata mempercepat tidak semudah itu. Banyaknya dosen yang bersekolah, dan proses yang dilalui pun tidak mudah semua membutuhkan waktu,” terangnya.
Hal rasional yang akan dilakukan UM untuk perbaikan peringkat tahun depan adalah dengan mengidealkan jumlah rasio dosen dan mahasiswa. Sebab, tahun ini, jurusan atau prodi-prodi non eksakta rasio mahasiswa dan dosen tidak seimbang.
“Idealnya 1;30. Di UM, jurusan dengan peminat terbanyak, misalnya manajemen, masih mempunyai rasio 1:40. Memang sebagian besar dosen sedang berkuliah di luar negeri dan belum kembali,” terangnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, UM tahun ini telah menambah 70 dosen tidak tetap, untuk memenuhi keseimbangan rasio. “Sementara ini kami sudah menyeimbangkan jumlah rasio dengan cara seperti itu.Upaya ini akan terus kami lakukan. Hingga nantinya, bisa memenuhi idealnya rasio,” kata Wayan, seraya menambahkan dengan upaya itu, harapannya ditahun depan, peringkat UM bisa naik.
Demikian juga dengan Universitas Brawijaya (UB) juga mengalami penurunan peringkat. Tahun lalu, UB meraih peringkat 3 bidang kemahasiswaan. Wakil Rektor III Prof Arief Prajitno, MS mengatakan, tahun lalu UB meraih peringkat ke II tahun ini kita berada di peringkat ke III hal ini disebabkan karena terjadinya perubahan penghitungan skor.
Arif menambahkan bahwa prestasi mahasiswa yang digunakan untuk penghitungan adalah prestasi tahun 2016 selama bulan Januari hingga Desember. Berdasarkan data yang diperoleh dari bagian kemahasiswaan pada tahun 2016 tercatat ada 419 prestasi internasional dan nasional yang diraih oleh mahasiswa UB. Sedangkan hingga pertengahan tahun 2017 tercatat sudah ada 115 prestasi yang diraih dengan rincian 18 juara internasional dan 97 juara nasional.
“Prestasi-prestasi tahun 2017 nanti akan dijadikan indikator penghitungan peringkat kemahasiswaan RISTEK DIKTI tahun 2018,” imbuh Arif.
Guru besar pertanian ini juga optimis bahwa di tahun 2018 peringkat UB akan mengalami kenaikan mengingat ada peningkatan prestasi internasional dan nasional yang akan diraih mahasiswa pada tahun 2017. (sin/udi)

Berita Lainnya :