Kompetisi Sains Madrasah, Dua Siswi MIN 1 Raih Medali Emas dan Perak


MALANG - Dua siswi MIN 1 Kota Malang, Jeihan Shawmy Prasetya dan Falisha Naura Putri, berhasil menyumbangkan 1 Medali Emas dan 1 Perak untuk Provinsi Jawa Timur dan Kota Malang pada ajang Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tahun ini. Shawmy peraih Medali Emas Bidang Matematika dan Falisha peraih Medali Perak Bidang IPA.
keduanya menjadi penyumbang medali untuk Jawa Timur yang kembali meraih juara umum KSM dari belasan medali yang berhasil diborong. Belasan medali tersebut  merupakan perolehan dari MI, MTs dan MA yang berkompetisi di laga final KSM pada (12/8) lalu di Jogjakarta.
Kepala MIN 1 Malang, Drs. Suyanto, M.Pd  mengungkapkan rasa syukurnya akan prestasi yang dicapai peserta didiknya kali ini. Siswa MIN 1 Kota Malang yang selalu membawa medali di ajang KSM, tahun ini kembali membawa pulang satu medali emas dan perak. “Alhamdulillah, anak-anak berhasil juara, dan ini menjadi hasil dari kesungguhan mereka dan menjadi bukti kerja keras para guru,” ungkapnya.
Yanto menjelaskan, untuk berhasil di sebuah ajang komepetisi maupun olimpiade, pihaknya selama ini telah melakukan metode pembibitan dan pengkaderan. Cara ini telah dilakukan sejak siswa menginjak kelas 3.  “Mulai saat itu kami sudah melakukan pemetaan dan pendampingan secara intensif diberikan mulai kelas 4,” terangnya.
Di materi umum, Yanto mengatakan, peserta didiknya dinilai tidak banyak mengalami kesulitan. Namun karena KSM yang diujikan tidak hanya materi umum, tapi juga ada materi agama, maka pihak guru pembina perlu melakukan pembinaan yang lebih matang lagi. “Karena selama ini kami kalah di bidang agama, jadi perlu diperkuat lagi. Kalau materi umum seperti Matematikan dan IPA, kami rasa tidak ada masalah,” tuturnya.
Menurut Yanto, pembinaan di bidang agama perlu lebih ditingkatkan. Pasalanya, dalam KSM, materi agama terintegrasi dengan materi umum. “Bisa dibilang KSM itu lebih sulit dari OSN, karena siswa juga harus menguasai bidang agama. Sedangkan OSN, murni hanya materi umum,” tukasnya.
Pada awalnya, di KSM tahun ini ada 52 siswa MIN 1 Kota Malang yang mengikuti seleksi KSM tingkat kota. Namun hanya 3 siswa yang lolos ke tingkat provinsi. Dan hanya 2 siswa yang akhirnya lolos ke tingkat Nasional, yaitu Jeihan dan Falisha.
Ditemui Malang Post, keduanya mengaku tidak menyangka bisa menjadi juara. Karena di KSM Nasional mereka harus bersaing dengan peserta-peserta hebat perwakilan dari seluruh provinsi. “Alhamdulillah, kami senang. Ini karena dukungan dari guru dan orangtua,” ucap Jeihan.
Falisha menambahkan untuk menjadi juara mereka termotivasi oleh kakak-kakak kelasnya yang juga seringkali berprestasi. Namun katanya, untuk menjadi juara harus banyak berlatih dan berdoa. “Ya caranya harus terus belajar dan berdoa,” tuturnya.
Meskipun sudah mendapat berbagai penghargaan dari berbagai lomba, kedua siswi tersebut tetap mempunyai keinginan yang lebih tinggi. Mereka berharap dapat mengikuti lomba-lomba ditingkat internasional dan menjadi juara. (imm/sir)

Berita Lainnya :