BSS Siap Terapkan Kurikulum Abad 21

 
MALANG - Rektor Universitas Brawijaya Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, MS, Minggu (20/8), meresmikan Gedung baru Direktorat Brawijaya Smart School (BSS) yang berlokasi di Jl. Cipayung. Peresmian gedung tiga lantai ini ditandai dengan penandatangan prasasti. Di waktu yang sama, Bisri juga memberikan buku kurikulum kepada Direktur BSS Dr. Drs. Sugeng Rianto, M.Sc, sebagai tanda dicanangkannya kurikulum Satuan Pendidikan Kerja (SPK) di lembaga pendidikan BSS.  
SPK sendiri adalah satuan pendidikan yang diselenggarakan atau dikelola atas dasar kerja sama antara Lembaga Pendidikan Asing (LPA) yang terkareditasi dengan Lembaga Pendidikan Indonesia (LPI). Ketentuannya sesuai perundang-undangan sehingga menjadikan sebuah sekolah berlabel internasional. 
Sugeng Rianto berharap bahwa BSS benar-benar bisa diterima menjadi sekolah yang menerapkan kurikulum SPK. 
“Saya sangat berharap BSS bisa menjadi sekolah yang menyenangkan, berimtak, beretika, berilmu dan berkemampuan ekstra baik dalam seni budaya maupun olahraga,” katanya.
Untuk itu, pihaknya tidak akan berlama-lama lagi. SPK yang telah diresmikan oleh Rektor akan langsung diterapkan pada tahun ini. Kurikulum ini lebih menitikberatkan pada kurikulum berbasis pembelajaran abad 21. Dengan cara memanfaatkan sarana dan prasarana yang berkaitan dengan Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (TIK). 
“Karena saat ini siswa-siswi sedang menghadapi tiga permasalahan dalam pemanfaatan teknologi. Mereka tersesat dalam penggunaan media sosial dan dunia game,” terang Sugeng.
Acara peresmian gedung baru dan kurikulun SPK ini, bersamaan juga dengan peringatan Dies Natalis ke-8 Brawijaya Smart School, yang ditandai dengan pemukulan gong oleh Rektor UB. Seluruh siswa, dari TK, SD, SMP dan SMA BSS hadir dalam acara yang diawali dengan kegiatan jalan sehat tersebut.
Dalam kesempatan itu, Mohammad Bisri mengatakan sudah selayaknya sekolah BSS berada di taraf internasional. Tidak hanya dalam bidang kurikulum dan infrastruktur, tapi segala bidangnya bertaraf internasional. 
“Saya kira BSS layak berada di tingkat internasonal dengan berbagai kemajuan yang dicapai,” ucapnya.
Untuk itu, Ia memberikan jargon untuk BSS sebagai motivasi kepada civitas akademika di seluruh unit BSS. Jargon tersebut berupa 5B. Yaitu Berilmu, Berakhlak, Berbahasa, Berteknologi dan Bermain. 
Dari jargon tersebut, Bisri menghimbau agar siswa BSS harus memiliki attitude yang baik, oleh karenanya harus berakhlak. Mereka juga harus menguasai bahasa asing karena tuntutan zaman di era global. Termasuk juga pandai menguasai teknologi karena saat ini berada di era digital. 
“Jangan lupakan bermain, agar tidak ilmu saja yang diajarkan. Tapi juga harus bergembira sebagai fitrah manusia. Mudah-mudahan BSS semakin bermutu dan terpercaya,” sambungnya.  
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 06.00 WIB diawali dengan kegiatan jalan sehat, yang diikuti oleh seluruh siswa BSS dan undangan,  dan juga dimeriahkan dengan expo. Ada juga acara pentas seni, bazar, dan stand informasi terkait prestasi dari masing-masing unit lembaga. Siswa-siswi perwakilan dari setiap unit lembaga, menampilkan seni kreativitas yaitu berupa tari tradisional, penampilan band, vokal grup, dan penampilan seni lainnya (imm/mp1/sir/oci)

Berita Lainnya :

loading...