magista scarpe da calcio Cerewet Tapi Diteladani


Cerewet Tapi Diteladani


KETEGUHAN hati dan pengaruh sebagai pemimpin, menjadi dua kata kunci bagi Agus Sriwulan, S.Pd., M.,M.Pd dalam menerapkan berbagai program di SDN Tunjungsekar. Dengan dua hal tersebut, sekolahnya meraih banyak kemajuan pesat baik dari sisi lingkungan, pendidikan dan karakter. Perubahan itulah yang membuatnya diganjar dengan penghargaan sebagai juara II Karya Best Practice Tingkat Nasional tahun 2017.
“Yang menjadi faktor penilaiannya yakni perubahan yang terjadi sebelum dan sesudah saya di sini. Untuk mengubah perilaku warga sekolah, sebagai pemimpin, saya harus memberikan keteladanan dulu untuk mereka,” ujarnya.
Dari sisi karakter siswa, misalnya, Sriwulan mengaku, sebelumnya masih banyak ditemukan siswa yang suka berkata kasar dan mengolok siswa lain yang mengakibatkan perkelahian ringan. Keteguhan dalam terus memberikan nasihat dan pengaruhnya sebagai kepala sekolah, membawa perubahan yang lebih baik bagi karakter siswa.
“Saya akui saya ini orangnya cerewet, jadi saya tidak bosan menasihati mereka bagaimanapun caranya. Sekarang sudah berkurang banyak, meski untuk benar-benar nihil, kami belum bisa karena tentu masih ada faktor lingkungan,” urainya.
Sebelum dicanangkan Penerapan Pendidikan Karakter atau PPK, sekolahnya telah menerapkan sholat dhuha dan dzhuhur berjamaah, istighotsah satu bulan sekali, berjabat tangan sebelum masuk kelas, dan membaca doa bersama.
Di lingkungan pekerjaan pun, Sriwulan mengaku memberikan perhatian kepada semua tingkat guru,  tanpa memandang status kepegawaiannya. Dengan ikut melibatkan guru, lanjutnya, mereka akan merasa dihargai.
Memiliki pengalaman sebagai koordinator program Adiwiyata dan pembina UKS tingkat nasional sebelumnya, memberikan banyak pengalaman berharga dalam managemen lingkungan di sekolahnya. Berjalan di belakang sekolah, akan ditemukan berbagai tanaman. Mulai dari pohon jagung yang digunakan untuk keperluan pengamatan mata pelajaran IPA, hingga kurang lebih 500 tanaman lidah buaya. Di vertical garden, tumbuh pohon strawberry dengan buahnya yang dibiarkan ranum.
“Anak-anak tidak ada yang berani memetik buah strawberry, padahal tentunya menggoda sekali. Ini karena mereka sudah terbiasa tertib,” sambungnya.
Tiga petak kantin terlihat bersih. Melihat bagian depan sekolah, mata akan dimanjakan dengan tumbuhnya tanaman di vertikal garden, beberapa pohon yang dihias dengan gantungan bertuliskan kesan siswa tentang sekolah mereka.
“Untuk membuang sampahpun, kami benar-benar tekankan ke siswa tidak boleh buang sampah sembarangan,” sambungnya.
Kegigihannya dalam membawa perubahan baik bagi sekolah tak hanya berbuah penghargaaan kali ini saja. Di tahun 2013 lalu, dirinya pernah menjadi Kepala Sekolah berprestasi tingkat Provinsi, namun gagal maju ke tingkat nasional karena terganjal ketentuan masa kerja minimal. Tiga tahun berselang, dirinya mendapatkan juara pertama dalam Evaluasi Kinerja Kepala Sekolah se-Kota Malang sebagai pengembangan sekolah terbaik. Pada saat menjabat sebagai guru di tahun 2009 pun juga dirinya mendapatkan penghargaan sebagai guru prestasi tingkat provinsi. (dbl/oci)

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang