Ka Disdik M Hidayat Larang Perploncoan


KEPANJEN – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Kepanjen menggelar Program Pengenalan Studi (PPS) bagi 98 mahasiswa baru. Kegiatan dibuka Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Malang Dr H M Hidayat MM MPd di Aula Jumpa Gembira lantai tiga kampus tersebut, kemarin siang.
Pembukaan PPS ditandai dengan penyematan tanda peserta oleh Kepala Disdik  kepada perwakilan peserta. Sedangkan rincian mahasiswa yang mengikuti kegiatan pengenalan kampus ini yakni 67 mahasiswa S1 dan 31 mahasiswa D3. Selama tiga hari, mereka diberi beberapa materi seperti pendidikan karakter dan kedisiplinan.
M Hidayat mengatakan, kegiatan pengenalan kampus tersebut sangat penting. “Tentunya dengan catatan, kegiatan ini harus dijalankan sesuai dengan aturan dan tidak boleh disalahgunakan. Tidak boleh ada tindakan kekerasan maupun perploncoan,” ujarnya kepada Malang Post.          
Dia menjelaskan, seluruh kegiatan dalam PPS ini sudah seharusnya bertujuan untuk mengenalkan kampus kepada seluruh mahasiswa baru.
“PPS ini juga sebagai upaya untuk proses adaptasi bagi seluruh mahasiswa baru di lingkungan kampus yang baru pula. Mengingat sebelumnya, mereka bersekolah di tingkat SMA sederajat,” katanya.
Menurut mantan wartawan Malang Post ini, seluruh mahasiswa baru tersebut wajib memanfaatkan kegiatan ini sebaik mungkin.
“Melalui kegiatan ini diharapkan mereka bisa beradaptasi lebih cepat di lingkungan yang baru. Sehingga, mereka semakin mudah dalam proses pendidikan perkuliahan,” terangnya.
Sementara itu, Ketua STIKES Kepanjen, dr H Abdulrachman MKes mengatakan, kampus yang dipimpinnya ini semakin diminati oleh masyarakat atau calon mahasiswa. Apalagi kampus tersebut memang baru saja meraih Akreditasi B untuk jurusan S1 Keperawatan dan Ners yang diterima pada Juni lalu.
“Untuk perguruan tinggi yang mendapat akreditasi B jurusan S1 Keperawatan dan Ners ada tiga di Malang Raya. Yakni UB, UMM dan STIKES Kepanjen,” ucapnya.
Sehingga, kata dia, para mahasiswa baru patut berbangga diri lantaran dapat melanjutkan pendidikan di Sekolah Tinggi milik Pemkab Malang ini.
Dia menambahkan, kedepannya STIKES Kepanjen bisa mengupgrade diri menjadi perguruan tinggi negeri.
“Berbagai upaya kami lakukan untuk meningkatkan kualitas. Selain itu, kami juga terus konsisten untuk mencetak lulusan yang berkualitas. Banyak lulusan perguruan tinggi ini, sudah menjadi perawat di luar negeri,” pungkasnya. (big/adv/oci) 

Berita Terkait

Berita Lainnya :