600 Anak Ikuti Manasik Haji di TK Islam Sabilillah


MALANG – Memanfaatkan momen ibadah haji, siswa TK Islam Sabilillah, kemarin (23/8), mengikuti rangkaian manasik haji yang diadakan bersama dengan sembilan TK lainnya. Sebanyak 600 siswa terlihat bersemangat menjalani setiap tahapan kegiatan, lengkap dengan baju ihram, scraf berwarna dan tanda identitas.
“Ini memang sudah agenda rutin sebagai pembelajaran konstekstual materi rukun islam yang kelima, sekaligus menanamkan rasa cinta Allah dan Rasul-Nya kaitannya dengan situasi sekarang yang memang sedang musim ibadah haji,” kata Kepala TK Islam Sabilillah Ana Maslicha, S.Pd.

Berada di pelataran masjid Sabilillah, beberapa pos dibagi sesuai dengan lokasi dalam pelaksanaan ibadah haji. Siswa dibagi dalam kelompok nama nabi, didampingi guru dan majelis orang tua siswa. Meski siswa terlihat ceria, namun beberapa guru nampak terharu melihat khusyuknya rangkaian kegiatan, seolah merasakan kembali suasana perjalanan haji.

“Ada guru yang sampai menangis, katanya teringat saat ibadah haji dulu. Karena memang rangkaiannya kami buat sama seperti ketika pelaksanaan ibadah haji, baik rute sampai dengan alat-alatnya” sambung Ana.

Sebelum pelaksanaan manasik ini, tiga hari sebelumnya siswa diberikan materi ibadah haji yang diawali dengan pengenalan rukun-rukun islam. Agar pembelajaran dapat lebih mengena, ditampilkan materi haji melalui video tentang haji dalam format untuk anak-anak. Siswa juga diajarkan menghafal talbiyah, juga diceritakan kisah nabi Ibrahim.

Kegiatan ini memang diagendakan dilakukan di dekat momen Idul Adha, mengingat siswa akan banyak menerima informasi tentang haji, baik dari orang tua yang sedang berangkat beribadah, atau dari media televisi. Ana berharap, kegiatan ini dapat memberikan pengalaman dan pengetahuanyang bermakna kepada siswa. Bekal yang sedikit ini, lanjutnya, menjadikan suatu motivasi siswa untuk suatu saat dapat menunaikan ibadah haji ke tanah suci.
Dalam kegiatan kemarin, siswa menjalani rangkain  dengan tertib. Tak ketinggalan, saking bersemangatnya, beberapa siswa terlihat memakai kacamata besar berwarna hitam. Selain untuk menghindari terik matahari pagi kemarin, sekaligus meniru gaya fashion para jamaah.

“Karena katanya kalau di padang pasir itu panas, teacher,” kata Ana menirukan ucapan siswa.

Aisyah Oktavianti Adzafira Putri Budiono Santoso mengatakan sangat senang dengan acara manasik haji karena dapat bertemu dengan banyak teman, sekaligus merasakan bagaimana ibadah. Dengan ceria, Aisyah menceritakan tahapan apa saja yang dilakukan saat manasik haji.
“Tadi lempar jumroh tiga kali. Juga ke Arofah membaca talbiyah. Terus keliling-keliling sekolah sambil membaca doa,” katanya polos.
Sambil bercerita, Ana sempat beberapa kali melontarkan beberapa pertanyaan tentang ibadah haji.
“Kalau yang keliling Kakbah namanya apa?” tanya Ana.
“Tawaf,” seru Aisyah.
Kemudian tanpa diminta, Aisyah menyanyikan lagu dengan lirik rangkaian ibadah haji dalam nada lagu anak-anak berjudul Naik Becak. Saat ditanya apakah setelah mengikuti manasik ini, Aisyah ingin beribadah haji, dia menjawab ingin dengan sangat semangat.
“Nanti kalau sudah besar, Aisyah ingin pergi haji, biar jadi anak islam,” katanya. (dbl/sir/ oci)

Berita Lainnya :

loading...