Terampil Mekanik, Siswa SMK Disiapkan Berwirausaha


MALANG – Selain berfokus pada peningkatan kompetensi sesuai dengan kebutuhan industri, kini, siswa SMK juga dituntut untuk memiliki ketrampilan berwirausaha. Hal inilah yang mendasari PT. Pertamina Retail dalam programnya ‘Siswa Terampil Mekanik’ sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan lingkungan.
SMKN 9 Malang menerima bantuan berupa peralatan mekanik bengkel, kompresor, dan 48 botol oli dengan total nilai sebesar Rp 60 juta. Sasarannya adalah SMK yang memiliki jurusan Teknik Sepeda Motor.

“Dengan bantuan peralatan yang memungkinkan siswa untuk dapat praktek ini, nantinya mereka tak hanya punya kemampuan di industri, tapi juga menciptakan lapangan pekerjaan sendiri dengan membuka bengkel. Oleh karena itu, kami melihat ada potensi kerja sama di sini,” ujar Anendro P, supervisor Oil and Gas wilayah Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara.

Dipilihnya SMKN 9 Malang sebagai penerima bantuan, lanjut Anendro, dikarenakan melihat SMKN 9 Malang bukan hanya sekolah yang biasa. Terlebih, melihat sekolah ini telah memiliki kelas industri untuk jurusan-jurusannya, salah satunya kerja sama dengan Honda pada jurusan Teknik Otomotif Sepeda Motor.

“Kami meminta rekomendasi dari Dinas Pendidikan Jawa Timur dan diarahkan untuk ke sini. Juga mengambil yang ada jurusan sepeda motor agar inline dengan pelumnas ,” katanya.

Dalam program ‘Siswa Terampil Mekanik’ ini memang diarahkan pada penanaman jiwa entrepreneurship siswa, sehingga kelak siswa dapat memiliki bengkel dan berkembang.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Malang dan Batu, Drs. Adi Prajitno, MM., mengatakan pihaknya mendukung terus perkembangan kerja sama sekolah dengan pihak industri. Terlebih, dengan keberadaan siswa ADEM, nantinya mereka dapat mengimplementasikan ilmunya di tanah kelahirannya.
“Kami harap kerja sama ini tidak hanya dalam oli saja, namun juga bidang permesinan. SMK swasta dan negeri di kota Malang ini akan sangat siap dan difasilitasi apabila akan ada program kerja sama dengan pertamina ini,” ujarnya.
Sempat dijadwalkan hadir, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Saiful Rachman menitipkan sambutannya -kepada Adi agar SMK terus meningkatkan kompetensinya, dan harus didukung oleh sarana dan prasarana memadai. Dengan Angka Partisipasi Kasar yang masih hanya 18 persen, SMK perlu dorongan oleh industri. (dbl/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...