2.132 Siswa Terlempar di PPDB online

 
MALANG – Hasil seleksi PPDB jalur regular online SMP Negeri telah diumukan di masing-masing sekolah, Kamis (12/7) kemarin. Berdasarkan data yang tertera di laman web ppdb.malangkota.go.id, dari kuota di 27 sekolah secara keseluruhan terpenuhi. Total jalur regular online mencapai 4.565 pendaftar sementara yang lolos seleksi sebanyak 2.433 siswa.
Pada PPDB jalur regular online ini pelaksanaannya lebih mudah dibanding dengan jalur zona wilayah. Data yang dimasukkan lebih singkat tanpa harus melihat radius tempat tinggal dengan sekolah maupun memasukkan nomor induk KK.
Ketua MKKS SMPN Kota Malang, Drs. H. Burhanuddin, M.Pd, mengatakan, secara pelaksanaan jalur regular ini lebih enak dan mudah dibandingkan dengan saat jalur wilayah beberapa waktu lalu. Bahkan secara keseluruhan berjalan lancar tanpa harus melihat dokumen seperti KK.
“Kalau wilayah, panitia PPDB harus melihat KK dulu, apakah benar pendaftar tersebut sudah sesuai dengan kelurahan yang diampu. Kemudian juga harus memasukkan nomor KK, KIS, dan lainnya,” kata Burhan.
Sedangkan reguler juga memberi kemudahan dalam segi penyeleksian, cukup menggunakan nilai tertinggi sesuai jumlah pagu yang dibutuhkan sekolah tersebut. Pendaftar juga tidak terbatas dari wilayah tertentu.
“Intinya jalur reguler tidak banyak data yang dimasukkan, kalau wilayah masih memasukkan juga dia masuk jalur wilayah umum atau yang tidak mampu. Sehingga tingkat kejelian jalur zona wilayah lebih tinggi, berbeda dengan regular lebih simpel,” terangnya.
Sementara itu, pada PPDB kali ini jalur dan kuota yang diberikan untuk masyarakat sudah sesuai dengan proporsinya. Mulai dari wilayah terdekat, siswa berprestasi, umum, dan masyarakat tidak mampu bisa terakomodir seluruhnya. Begitupun juga dengan kuota yang diberikan juga sudah dipersentasekan dengan adil.
“Meskipun tidak semua yang mendaftar diterima, seperti di SMPN 6 Malang yang mendaftar jalur pra sejahtera lebih dari 100 anak namun pagu kami hanya 72 siswa sehingga perlu dilakukan perangkingan,” terang Ketua PPDB SMPN 6 Malang, Heni Farida, S.Pd.
Ia melanjutkan, dari segi nilai jumlah pendaftar yang diterima nilainya cenderung lebih rendah dari tahun lalu. Seperti di sekolahnya tahun lalu nilai terendah mencapai 88 sementara jalur regular online kali ini hanya 83.5.
“Secara keseluruhan memang sudah bagus baik dari baik dari pelaksanan, aplikasi serta jalur yang ada,” kata Farida, sapaan akrabnya.
Meskipun pada kenyataannya siswa yang diterima jalur zona wilayah nilainya lebih rendah dibanding jalur regular namun itu bukan menjadi masalah bagi SMPN 6 Malang. Pasalnya sekolah memiliki cara tersendiri untuk mengatasinya yakni dengan mengadakan matrikulasi selama kurang lebih satu bulan.
Semua siswa baru nantinya akan mengikuti matrikulasi dari sekolah. Apabila sudah ada hasilnya maka siswa dengan nilai tertinggi akan disebar kedalam 8 kelas yang ada, sedangkan untuk siswa yang nilai rendah tidak akan ada deskriminasi dengan mengelompokkan dalam satu kelas.
“Semua sama, hanya siswa yang nilainya tinggi akan kami sebar. Kemudian siswa tersebut akan memberikan tutor sebaya kepada teman yang masih kurang, sehingga pelajaran yang diberikan oleh guru bisa terserap dengan baik,” tutupnya. (lin/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...