Juara Monolog FLS2N, Siswa SMAN 8 Melaju ke Nasional

 
MALANG – Prestasi beruntun didapat oleh SMAN 8 Malang. Setelah tim basketnya menjadi juara pertama dalam DBL East Java Series 2017–South Region, di hari yang sama, kemenangan juga hadir dari ajang Festival Lomba Seni Sekolah Nasional (FLS2N) tingkat Jawa Timur. 
Dua siswanya berhasil meraih juara untuk bidang desain poster putri, dan monolog. Dhara Citra, siswa kelas XII IPA 8 menjadi juara ketiga untuk lomba poster putri, sedangkan Shafina Alma dari menjadi juara pertama lomba monolog.
“Untuk lomba monolog ini kami belum ada ekstrakurikulernya, jadi begitu ada edaran ajang ini, jadi kami kumpulkan siswa-siswa yang berkompeten, untuk kemudian diseleksi dan dibina,” ujar Kepala SMAN 8 Malang, H. Moh. Sulthon.
Dalam lomba monolog, Shafina bermain tiga peran sekaligus, yakni sebagai siswa, guru, dan kepala sekolah. Siswa kelas XI bahasa inipun dinilai memiliki beberapa poin lebih dibandingkan peserta lain, diantaranya ide pertunjukan, interpretasi, dan pembawaan karakter.
Oleh tim juri, ide pertunjukan yang dibawakan Shafina tergolong menarik. Dia memerankan dua tokoh utama dan melakukan pergantian karakter dan kostum di atas panggung dengan membelakangi penonton. Perubahan tersebut disamarkan dengan suara ribut yang dibuatnya.
“Interpretasi naskah juga lebih mendalam dibandingkan dengan yang lainnya. Konflik digali lebih dalam sehingga lebih bisa memaknai cerita. Dia juga mampu membawakan beberapa karakter dengan kontras. Perbedaan untuk tiga tokohnya sangat tampak,” kata pembina sekaligus sutradara monolog, Alfanul Ulum.
Membawakan karya berjudul ‘Teror’ karya Putu Wijaya, menceritakan tentang teror surat yang diterima oleh siswa di kelas. Sepucuk surat misterius diceritakan membuat resah sekolah. Kegaduhan terjadi di kelas yang tercipta antara siswa dan ketua kelas. 
Menjadi juara pertama, secara otomatis menjadi wakil dari provinsi Jawa Timur untuk gelaran FLS2N nasional yang akan digelar di Kupang, Nusa Tenggara Barat. Untuk persiapan tahap tersebut, sekolah sedang menunggu konfirmasi dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, dan sedang menyusun program pemantapan untuk memperbaiki kembali apa saja yang masih tertinggal di gelaran sebelumnya. (ras/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :