Ajak Lansia Fashion Show Baju Daur Ulang

 
MALANG – Dalam rangka memperingati hari kemerdekaan yang ke-72 Republik Indonesia,  mahasiswa KKN 82 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar beragam kegiatan lomba di Desa Pringgodani, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Diantaranya lomba tarik tambang, sepak bola daster, balap karung dan beberap alomba lainnya. 
Sebagi puncak acara rangkaian kegiatan tersebut, digelar Lomba Fashion Show Lansia, di Balai Desa Pringgodani. Minggu (20/8) malam. Lomba ini disambut antusias warga Desa Pringgodani. Ratusan warga hadir untuk menyaksikan Lomba Fashion Show Lansia yang diperuntukkan bagi masyarakat  berusia 50 tahun keatas tersebut.
Mengusung tema “Berdikari Pesona Pringgodani”,  untuk model peserta fashion show menggunakan busana yang dibuat sesuai dengan kreativitas masing-masing tim. Kegiatan ini diadakan agar masyarakat Pringgodani dapat terus mengeksplorasi kreativitas serta sumber daya yang ada di desa tersebut.
Untuk itu, pada lomba tersebut, setiap perwakilan tim yang terdiri dari dua hingga tiga RT, diwajibkan membuat busana dengan hiasan dari bahan-bahan daur ulang atau bahkan menggunakan bahan yang produksinya melimpah di Pringgodani, seperti daun tebu, hingga pelepah pisang. 
Bahkan beberapa peserta terlihat menggunakan vcd bekas, daun-daunan yang telah dikeringkan termasuk bungkus kopi kemasan yang digunakan sebagai hiasan busana dan aksesoris pendukung lainnya yang ditampilkan pada Lomba Fashion Show Lansia yang digelar untuk pertama kalinya  tersebut.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada KKN 82 UMM, yang telah membina lansia yang ada di Desa Pringgodani. Selama dua tahun belakangan, KKN dari UMM cukup baik di desa ini. Dulunya Pringgodani termasuk desa tertinggal, namun dengan adanya kegiatan dari UMM ini, Pringgodani tidak kalah dengan desa-desa lainnya,” tutur Abdul Malek, Kepala Desa Pringgodani.
Ada sepuluh peserta yang mewakili dari masing-masing tim. Mereka unjuk gigi untuk mendapatkan predikat jawara Lomba Fashion Show Lansia. Sebagai juri sekaligus panitia KKN 82 UMM, Anas menuturkan bahwa cukup sulit untuk menentukan 3 pemenang dari sepuluh peserta yang tampil pada Minggu malam lalu. 
“Sebagai juri saya cukup bingung untuk memilih pemenang dalam Lomba Fashion Show Lansia ini, karena untuk detail bajunya, peserta sangat kreatif dalam memadu-madankan antara bahan-bahan daur ulang dengan busana yang harus dikenakan,” sebut Anas yang harus mengumumkan pemenang Lomba Fashion Show Lansia yang diikuti 33 RT ini.
Hasilnya, juara III diraih tim 3 mewakili RT 7 dan 8 , juara II dari tim 2 mewakili RT 4, 5 dan 6, dan juara I dari  tim 6 mewakili RT 14,15,16 dan 17. Kegiatan ini sebagai program mayor dari KKN 82 UMM, tentunya melibatkan seluruh elemen masyarakat untuk menyukseskannya. Diantaranya menampilkan modern dance persembahan anak-anak Pringgodani, serta tari tradisional “Klono Gandrung” yang ditampilkan oleh tiga panitia KKN 82 UMM.
Sementara itu, sebelum dilaksanakannya pelepasan seluruh mahasiswa KKN 82 UMM sekaligus malam puncak Lomba Fashion Show Lansia tersebut , KKN 82 UMM memiliki beberapa program kerja untuk menjadikan Pringgodani menjadi desa yang lebih baik lagi. Beberapa program kerja tersebut diantaranya penyuluhan mengenai bahaya rokok, sosialisasi mengenai sikat gigi dan cuci tangan yang dilakukan di beberapa sekolah dasar di Pringgodani, serta pengobatan gratis yang diikuti oleh tidak kurang dari 100 orang. (*/adv/bua)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...