Pelajar SMPN 19 Ganti Pestisida dengan Bawang Merah


MALANG –  Hama ulat yang sering menyerang daun tanaman ternyata dapat diatasi dengan menggunakan air kulit bawang merah dengan cara yang sederhana. Penelitian tersebut diungkap oleh dua siswa SMPN 19 Malang, Mauliddyah Evalyanti dan Siti Khodidjah.
“Awalnya karena melihat di pasar dekat rumah, banyak limbah kulit bawang merah yang sia-sia. Terus mengumpulkan informasi kira-kira kulit bawang merah ini bisa bermanfaat sebagai apa, ternyata bisa untuk pestisida alami,” ujar Mauliddyah.
 Caranya, kulit bawang merah yang telah dijemur, direbus dengan air pada perbandingan tertentu, diberi garam kemudian disemprotkan pada tanaman. Zat acetogenin dan aquamosin yang ada di kulit bawang merah ternyata mampu menganggu proses pencernaan dari hama ulat hijau. Sedangkan penambahan garam dilakukan untuk menetralkan asam pada larutan.
“Akibatnya, ulat jadi nggak nafsu makan daunnya, pencernaan jadi terganggu dan lama-kelamaan akan mati,” imbuhnya.
Yang menjadi objek penelitian mereka yakni tanaman kunyit yang secara kebetulan banyak tumbuh di sekitar lingkungan rumah. Keduanya mengaku melakukan hingga lima kali percobaan untuk mengetahui perbandingan yang sesuai antara kulit bawang merah dan air, untuk menghasilkan formulasi yang tepat.
“Ada tiga perbandingan yang kemarin diuji, ada 2.5 gram, 5.5 gram dan 7.5 gram dengan jumlah airnya 200 ml. Yang perbandingan 5.5 gram itu di hari pertama penyemprotan membuat ulat cuman sedikit sekali makannya dan hari keempat disemprot, sudah mati. Trus yang 7.5 gram ini di hari ketiga penyemprotan ulat jadi mati,” jelasnya.
Berjudul ‘Acetogenin Kulit Bawang Merah atau Allium Cepa sebagai Anti Feedan,’ ide penelitian tersebut, telah ada sejak satu tahun yang lalu. Awalnya mereka mencari bahan literasi kandungan yang dimiliki kulit bawang merah, dilanjutkan dengan manfaat yang dapat dihasilkannya. Cairan anti hama diujikan pada tanaman kunyit karena banyak ditemukan tumbuh di sekitar rumah mereka.
Mereka melihat selama ini petani masih menggunakan pestisida berbahan kimia yang mungkin masih dapat memberikan efek negatif pada tubuh manusia apabila sampai masuk dalam pencernaan. Oleh karena itu, keduanya berharap ekstrak kulit bawang merah ini menjadi alternatif ketersediaan pestisida alami.
Berkat kegigihan keduanya, penelitian mereka menjadi juara kedua dalam gelar Lomba Penelitian Ilmiah Remaja (LPIR) di Dindik Kota Malang beberapa waktu yang lalu. Sekarang, keduanya dalam pembinaan intensif mempersiapkan gelaran yang sama di jenjang nasional. (ras/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :