Makin Diminati, STIE Kertanegara Malang Pacu Akreditasi


MALANG - Hari ini sebanyak 188 mahasiswa STIE Kertanegara Malang akan mengikuti gelaran wisuda. Sebagai Sarjana Ekonomi dari Prodi Manajemen, calon wisudawan telah disiapkan sebagai lulusan berkompeten yang siap berkarya di tengah masyarakat.
Selain ijazah, mereka juga akan dibekali dengan surat pendamping, yang manfaatnya untuk menjelaskan kompetensi dan potensi yang dimiliki masing-masing individu. Dengan kata lain, surat ini akan mempermudah yang bersangkutan dalam memperoleh pekerjaan di instansi atau industri.
Ketua STIE Kertanegara Anton Ferry Ananda, SE. MM mengatakan, selama beberapa tahun terakhir kampus yang dipimpinnya telah melakukan banyak upaya untuk perubahan yang lebih baik. Diantaranya mengupayakan nilai akreditasi yang meningkat.
"Tahun depan kita target nilai akreditasi minimal B," katanya.
Anton mengatakan, upaya untuk memperoleh nilai yang bagus dalam akreditasi tidak lain untuk mewujudkan program pendidikan yang berkualitas. Sejauh ini persiapan yang telah dilakukan adalah bidang administrasi dan dokumentasi. Pihaknya menarget November mendatang secara administrasi kampus sudah siap untuk kepentingan akreditasi.
Selain itu, persiapan sumber daya dosen juga sedang diupayakan secepatnya. Terhitung ada tiga dosen STIE Kertanegara yang kini sedang menjalani program S3. Diantaranya sedang proses penyelesaian desertasi.
"Mudah-mudahan semuanya bisa disiapkan secepatnya, sehingga mendukung pada target waktu dan tidak molor lagi," harap anton.
Dengan nilai akreditasi yang baik, tentu akan mendongkrak kepercayaan masyarakat pada kampus yang berada di Jalan Cengger Ayam ini. Hingga saat ini sudah ada ribuan lulusan yang dilahirkan oleh STIEKMA, sebutan STIE Kertanegara. Hal ini menandakan tingginya kepercayaan masyarakat. Jika ditunjang dengan nilai akreditasi maka lulusan STIEKMA akan semakin diminati oleh pihak industri ataupun instansi yang meyediakan lapangan pekerjaan.
"Sebab tujuan utamanya adalah kami ingin mencetak lulusan yang handal dan berkompeten. Dan dengan gelar sarjana tentu kami berharap karir mereka yang sudah bekerja semakin bagus," tambah Anton.
Kepada para calon wisudawan ia berharap agar mereka bisa mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang selama ini diperoleh di bangku kuliah. Termasuk pengembangan skill yang diberikan melalaui seminar dan workshop, atau pengalaman yang pernah didapat semasa Kuliah Kerja Usaha (KKU).
"Jangan pernah menyerah, taruslah giat dalam segala hal dalam mencapai cita cita. Dan jangan pernah bosan belajar untuk menjadi yang lebih baik," tuturnya.
Terpisah, Dewi Masithah Ula, Wisudawan terbaik tahun ini juga berharap kampus yang dibanggakannya bisa segera mendapat nilai akreditasi yang lebih baik.
"Kalau nilainya bagus kan masyarakat semakin percaya," ujarnya.
Mahasiswi yang menempuh kuliah tiga setengah tahun ini juga berharap STIE Kertanegara dapat membuka Program S-2. Sebab menurutnya gelar S-2 sangat dibutuhkan mengingat kebutuhan dunia kerja pada tenaga ahli semakin meningkat. "Kalau STIEKMA punya S-2 saya akan melanjutkan di kampus ini juga," katanya.
Dewi mengaku kuliah di STIEKMA sangat menyenangkan. Tidak ada aturan yang terlalu mengekang pada mahasiswa. "Selama ini kami enjoy saja. Dosennya pun profesional dan tidak membosankan. Mereka sangat mengerti kondisi kami sebagai mahasiswa," tukasnya.
Dewi Masithah Ula merupakan mahasiswa yang patut diteladani. Selama kuliah, putri dari pasangan M. Roila dan Nanik Masy’ani ini juga aktif di BEM dan berperan penting di beberapa kegiatan mahasiswa. Di sela waktu kuliahnya ia juga bekerja di sebuah kafe. Meski demikian, Dewi menjadi lulusan terbaik dengan IPK 3,90  dan menyelesaikan kuliah hanya tiga setengah tahun. (imm/sir/oci)

Berita Lainnya :