magista scarpe da calcio Tradisi Mutu Pacu Mahasiswa UMM Raih Prestasi


Tradisi Mutu Pacu Mahasiswa UMM Raih Prestasi


MALANG - Tiada hari tanpa prestasi, tiada prestasi yang tidak dihargai. Demikian dikatakan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Fauzan, saat diundang Presiden Joko Widodo pada Festival Prestasi Indonesia 2017 untuk menerima Apresiasi Ikon Prestasi Indonesia. Rektor UMM diundang lantaran keberhasilan mahasiswa UMM menjuarai kontes robot internasional di Amerika Serikat (AS).
Capaian itu ditoreh oleh tiga mahasiswa Teknik Elektro UMM, Imam Fatoni, Ikhlal Aldhi Wijaya, dan Salis Muchtar Fadhilah, pada Trinity College Fire Fighting Home Robot Contest (TCFFHRC) 2017 setelah di partai puncak mengalahkan para finalis dari Kanada, Tiongkok, Israel, Portugal, Uni Emirat Arab, dan tuan rumah AS. Tiga mahasiswa itupun turut diundang pada Festival Prestasi Indonesia yang berlangsung awal pekan ini, 21-22 Agustus lalu di Jakarta Hilton Convention Center (JHCC).
Di bidang lain, delapan mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM yang tergabung dalam kelompok praktikum Guys Pro berhasil menyulap kampung kumuh menjadi kampung Kampung Wisata Jodipan (KWJ) di Kota Malang. Hal itu bahkan ditindaklanjuti dengan mahasiswa Teknik Sipil UMM yang saat ini tengah membangun jembatan kaca penghubung antara KWJ dengan Kampung Tridi melintasi sungai Brantas.
Sementara di Desaku Menanti atau lebih dikenal dengan Kampung Topeng Malangan, yang juga terletak di Kota Malang, tim mahasiswa Psikologi UMM dan Ilmu Kesejahteraan Sosial UMM intens melakukan pengabdian masyarakat. Melalui intervensi psikologi dan pendampingan sosial, mereka membentuk mindset warga yang terbiasa berprofesi sebagai gelandangan dan pemulung untuk menyesuaikan diri dengan kampung yang kini menjadi jujugan wisatawan.  
Rektor UMM Fauzan menyatakan, segala bentuk raihan ini tak lepas dari perjuangan seluruh civitas akademika.
“Perjuangan keras dalam membangun iklim akademik yang berorientasi pada tradisi mutu telah membuat seluruh civitas akademika UMM berlomba-lomba untuk berprestasi, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik,” ujarnya dirilis Humas UMM.
Pencapaian prestasi mahasiswa UMM juga terekam di bidang penalaran. Terbaru, tiga tim Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) UMM baru saja mempresentasikan karya ilmiahnya pada event bergengsi mahasiswa, Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) di Makassar pada 23-25 Agustus 2017. Ketiga tim tersebut lolos pada dua kategori PKM-Penelitian Eksakta dan satu kategori PKM-Kewirausahaan.
Kepala Bagian Penalaran Biro Kemahasiswaan UMM, Agus Santoso mengungkapkan, kesadaran menulis mahasiswa meningkat 100 persen dibandingkan tahun lalu. Peningkatan ini tampak dari jumlah proposal karya ilmiah yang masuk. Diakuinya, hal ini tak lepas dari sejumlah upaya yang dilakukan oleh Biro Kemahasiswaan.
“Kami terus memberikan sosialisasi untuk memotivasi minat menulis mahasiswa. Informasi terkait tanggal-tanggal penting juga kami sosialisasikan jauh-jauh hari,” kata Agus.
Karya ilmiah mahasiswa, lanjut Agus, juga terus dipantau melalui monitoring dan evaluasi (monev) internal sebelum pelaksanaan monev eksternal. Monev internal dilaksanakan tiap akhir pekan selama sebulan.
“Bahkan, 38 tim PKM yang karyanya akan dimonev eksternal, kami karantina seminggu sebelumnya untuk mendapatkan bimbingan intensif dan mematangkan persiapan,” imbuh Agus.
Upaya meningkatkan kuantitas dan kualitas karya ilmiah mahasiswa ini tak hanya dilakukan Biro Kemahasiswaan. Sejak awal 2017, UMM membentuk tim penalaran di masing-masing jurusan. Tim ini terdiri dari dosen-dosen di tiap jurusan yang bertugas memasifkan pembinaan penulisan karya ilmiah mahasiswa. (*/adv/oci)

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top