SMK NU Miftahul Huda Ciptakan Beko


KEPANJEN – Upaya memberi motivasi dan meningkatkan entrepreneur siswa, SMK NU Miftahul Huda Kepanjen, Kabupaten Malang, menciptakan alat berat Beko Mifda 017. Alat keruk berbobot sekitar 5 ton ini, merupakan hasil karya seluruh siswa Teknik Kendaraan  dan Teknik Mesin, yang kali pertama di Indonesia diciptakan para siswa SMK.
‘’Harapan kami, siswa SMK NU Miftahul Huda nanti bisa mengaplikasikan ilmunya sesuai bidangnya. Untuk itu, keinginan siswa menciptakan sebuah mesin alat berat yang didasari dengan kemampuan itu, kami respon dan dukung penuh untuk menghasilkan sebuah mahakarya. Dan ini mungkin pertama di Indonesia, sebuah karya siswa SMK membuat beko,’’ kata Kepala SMK NU Miftahul Huda, Imam Arifin, Minggu (27/8) kemarin.
Menutut Imam, untuk menciptakan beko tersebut, seluruh siswa prodi Teknik Kendaraan dan Teknik Mesin dilibatkan. Masing-masing diberi tugas, sesuai dengan disiplin ilmunya. Diawali dengan  mempelajari dan mensurvei sistem kerja dari alat beko sebenarnya yang dibiasa di gunakan penggarapan proyek.
Setelah semua persiapan matang, termasuk material yang dibutuhkan, ditunjuklah seorang guru pendamping untuk mengarahkan dan membimbing. Dalam waktu beberapa bulan, prototipe mesin beko berhasil dipersiapkan. Mulai mesin bekas kendaraan roda empat, material lempengan plat besi berukuran tebal satu sentimeter, suspensi, selang penghantar tenaga sampai hal-hal kecil yang dibutuhkan. Kemudian rancangan dan modelnya disesuaikan. ‘’Semuanya itu dikerjakan sendiri. Mulai mode, pola, serta pengelasannya,’’ tambah Imam.
Dengan modal keyakinan dan keahlian dibidang masing-masing, rangkaian mesin beko ini satu persatu dirangkai. Hanya saja, ukurannya tidak sebesar beko sesungguhkan. Lebih mini, dan tingginya sekitar 2,5 meter, panjang sekitar 8 meter mulai ekor sampai ujung pengeruknya.
Hasilnya sangat memuaskan. Di hadapan ratusan siswa dan puluhan guru, hasil karya siswa ini dipamerkan dan didemontrasi. Meskipun bentuk dan penggarapan tidak semulus beko pabrikan. Namun, kemampuan dan fungsinya tidak diragukan lagi.
Beko ciptaan siswa ini, siap untuk dipamerkan keluar. Seperti pada karnaval Agustusan kemarin, menjadi momentun untuk ditampilkan keluar sekolah. Dan, kehadiran beko ini menjadi satu satunya peserta yang menjadi pusat perhatian masyarakat Kepanjen dan sekitarnya.
Selama dalam perjalanan karnaval, kemampuan Beko Mifda 017 yang menarik itu,  dipertontontan kepada masyarakat dan menjadi pusat perhatian ribuan pasang mata.
Kemampuan beko ini, tak ubahnya beko sungguhan yang bisa memutar 180 derajat dan bisa mengeruk serta menggali tanah. ‘’Fungsi dan kegunaannya tak ubahnya beko produksi pabrikan besar, yang dioperasikan dalam sebuah proyek selama ini,’’ tuturnya.
Bahkan, selama berlangsungnya karnaval, kehadiran Beko Mifda 017, dengan tinggi sekitar 2,5 meter itu, dinaikkan dalam truk. Sehingga menjadi buruan penonton untuk selfi. Mulai anak-anak, remaja, bahkan orang tua. ‘’Untuk menghindari evoria mereka berselfi dengan Beko Mifda 017, kami tak henti-hentinya menghimbau agar tidak terlalu dekat atau mepet. Khawatir kalau kakinya terlindas. Sebab, masyarakat saling berebut,’’ pungkas Imam. (fik/sir/udi)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...