Mahasiswa ABM Promosi Budaya ke Jepang

 
MALANG – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Malangkucecwara siang kemarin (28/8) menerima kembali dua mahasiswanya yang baru saja menjalani studi bahasa dan budaya di Kanda University of International Studies, Jepang. Bersamaan dengan itu, STIE juga melepas dua mahasiswa untuk program serupa.
Penerimaan Reva Rizki Zuraida dan Dea Mona Agustin ditandai dengan penyerahan transkrip nilai dari Kanda University of International Studies. Keduanya juga mencatatkan prestasi sebagai dua dari tujuh mahasiswa teladan yang dipilih dari 120 peserta di 30 negara selama menjalani studi. Prestasi inilah yang harus memotivasi Nadya Oktairiani Fabanyo dan Theresia Ella Suryani Daud untuk mempertahankan yang telah diraih pendahulunya.
Dalam sambutannya, Ketua Urusan Internasional Ir. Dwinita Aryani, MM. PhD memberikan wejangan kepada keduanya untuk memberikan kesan postif selama menjalani studi selama satu tahun. Juga tak lupa menitipkan pesan layaknya seorang ibu kepada anaknya yang akan menjalani studi di tempat yang jauh.
“Jaga kesehatan dan jaga kerja sama. Jangan lupa untuk terus berkomunikasi,” pesannya kepada Nadya dan Ella.
Kerja sama antara STIE Malangkucecwara dan Kanda University of International Studies sejak tahun 2002, melahirkan program pertukaran mahasiswa untuk ketiga kalinya di tahun ini. Mahasiswa akan belajar mengenai bahasa dan budaya Jepang, sekaligus mengenalkan kebudayaan Indonesia di Jepang.
“Di Kanda University terdapat rumah-rumah dari berbagai negara di dunia, sehingga baik orang Jepang maupun negara lain dapat belajar mengenai kebudayaan dunia di sana. Ketika hari-hari besar negara tertentu, seperti hari Kartini misalnya, mahasiswa kami akan menunjukkan bgaimana budaya kami,” terangnya.
Selain untuk promosi budaya, program ini diharapkan menjadi media transfer of knowledge antara kedua negara dan memberikan atmosfer Jepang dalam pelaksanaan pembelajaran di sekolah tinggi. 
“Dengan kedatangan maahsiswa asing juga akan membuat suasana akademik dari masing-masing pihak akan semakin kondusif,” imbuhnya.
Sedangkan kedatangan kembali dua mahasiswanya pulang ke Indonesia, diharapkan dapat untuk menularkan berbagai ilmu dan budaya serta pengalaman kepada rekan-rekannya. Keduanya pun akan didapuk menjadi tutor dalam program Indonesian Studies Program yang dinauingi oleh STIE.
“Hari Kamis nanti (31/8) nanti akan ada lima mahasiswa dari program Darmasiswa Republik Indonesia, dua dari Egyp, satu dari Polandia dan dua lagi dari Jepang. Jadi mahasiswa kami yang baru pulang ini harus menjadi tutornya,” imbuhnya.
Ketua Yayasan P3M, Dra. Dahniar juga tak lupa memberikan motivasi bagi kedua mahasiswa yang akan berangkat ke Jepang, mengingat mereka akan membawa nama baik STIE Malangakucecwara di mata internasional. Tahun ini, Malangkucecwara meraih peringkat pertama se- Indonesia dalam kategori Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi, setelah sebelumnya berada di peringkat tiga dalam penilaian Kemenristekdikti. STIE Malangkucecwara juga mendapatkan peringkat 58 dari 3224 Perguruan Tinggi se-Indonesia.
“Dengan prestasi itu, kami ingin terus menjaga mutu sebagai salah satu tugas kami. Oleh karena itu, kami berharap mahasiswa yang berangkat ke Jepang nantinya dapat mempertahankan prestasi. Kalau dapat pekerjaan di sana, jangan lupa untuk tetap belajar. Cari pengalaman yang banyak untuk diterapkan di sini,” pesan Dahniar. (ras/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :