Gelar Manasik Haji, Jadi Motivasi Siswa untuk Berhaji

 
KALIMAT talbiyah menggema di MTs Negeri 1 Malang, (26/8). Dengan mengenakan pakaian serba putih bagi yang perempuan dan pakaian ihram bagi laki laki, seluruh siswa dan guru MTs Negeri 1 Malang melaksanakan latihan manasik haji. Dimulai pukul 08.00 WIB, kegiatan ini berlangsung lancar dan khusuk.
Selama manasik, setiap siswa dan guru memegang teks bertuliskan bacaan dzikir dan doa yang disyariatkan dalam ibadah haji. Dipandu oleh guru agama, seluruh 'jamaah haji' melaksanakan satu persatu syarat dan rukun manasik haji dengan tertib dan benar. Manasik haji merupakan agenda rutin madrasah di Jalan Bandung ini yang biasanya dilaksanakan pada Bulan Dzulhijah.
Kepala MTs Negeri 1 Drs. Samsudin, M.Pd mengatakan, agenda manasik digelar sebagai pembelajaran penting bagi siswa, mengingat ibadah haji merupakan salah satu Rukun Islam yang wajib dilaksanakan bagi orang muslim yang mampu. 
"Ini menjadi motivasi bagi mereka untuk melaksanakan ibadah haji kelak ketika dewasa, atau bahkan mungkin saat masih sekolah," katanya.
Samsudin menjelaskan, latihan manasik merupakan pembelajaran yang sifatnya praktek. Hal ini merupakan upaya penguatan materi yang telah diajarkan guru di kelas secara teori. 
"Ibadah haji itu lebih banyak gerakan fisik, maka kalau tidak sering latihan, akan cepat lupa. Ini sebagai pembelajaran tematik untuk memperkuat materi di kelas," ucapnya.
Manasik Haji dinilai penting diajarkan di lingkungan MTs Negeri 1 Malang. Mengingat siswa madrasah ini seringkali izin tidak masuk untuk melaksanakan ibadah umrah yang juga diistilahkan Haji Kecil. Sehingga materi manasik sangat bermanfaat bagi mereka yang melakasanakan haji atau umrah.  
Guru Agama MTs Negeri 1 Malang M. Hafidz yang juga bertindak sebagai pembimbing kegitan manasik haji mengatakan, materi ibadah haji yang dipelajari siswa melalui kegiatan manasik merupakan sebuah pelajaran yang menjelaskan napak tilas Nabiyallah Ibrahim dan Ismail. Napak tilas ini menjadi ibadah Umat Islam sesuai tuntunan Rasulullah Muhammad. 
"Baik itu wukuf, lempar jumrah, sa'i dan sebagainya menjadi gambaran jejak langkah Nabi Ibrahim dan keluarganya. Menjadi ibadah bagi kita setelah disempurnakan oleh Rasulullah Muhammad," jelasnya.
Rangkaian kegiatan manasik ini dimulai dengan memakai pakaian ihram. Para siswa dipandu juga untuk membaca niat haji. Selanjutnya menuju arafah untuk melaksanakan wukuf. Disana ‘para jamaah’ ini mendengarkan khotbah dan berdoa. 
Setelah itu menuju Mina untuk lontar jumrah. Usai lontar jumrah melakukan tahalul dan mabit di mina. Kemudian jamaah menuju masjidil haram di Makkah. Mereka melaksanakan ibadah thawaf dengan mengelilingi Ka'bah sebanyak 7 kali. Dilanjutkan dengan sa'i dan tahallul akhir. "Semua rangkaian itu merupakan alur ibadah haji sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad," ujar Hafidz. 
Ia menambahkan tujuan lain dari manasik haji ini adalah sebagai syiar agama yang diwujudkan dengan ghirah latihan manasik haji di lingkungan madrasah. Siswa juga merasakan adanya satu kekuatan besar dari sebuah kebersamaan Umat Islam. 
“Dalam pelaksanaan haji, umat Islam dari penjuru dunia berkumpul di Makkah. Dengan satu warna dan satu langkah bersama, mereka mendekatkan diri kepada Allah,” pungkasnya. (imm/sir/oci)

Berita Lainnya :

loading...