Perpustakaan Unisma Sudah Terkoneksi Nasional


MALANG –  Peningkatan kualitas layanan pendidikan dilakukan secara menyeluruh di Unisma, termasuk dalam bidang kepustakaan. Tak lama lagi, katalog dari berbagai literature di perpustakaan Unisma akan terindeks secara nasional bersama dengan seluruh universitas di Indonesia pada Katalog Induk Nasional.
Untuk itu, perlu dilakukan pengalihan metadata bibliografis catalog menjadi catalog berbasis MARC (Machine Readable Cataloging). Dari sini, kemudian akan disinkronkan dalam repository MARC.
Diterima oleh Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dan Kerjasama, Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd., Ph.D, kemarin (30/8) Unisma menjadi salah satu yang ditunjuk untuk menerima hibah berupa metadata converter oleh Perpustakaan Nasional.

“Kami sangat berterimakasih kepada Perpustkaan Nasional atas hibah ini, sehingga nantinya perpusatakaan kami dapat terkoneksi secara nasional dan meningkatkan jumlah kunjungan ke website Unisma melalui perpusatkaan,” ucap Junaidi.

Setiap bahan baca yang ada di Unisma mulai dari buku, jurnal, tugas akhir, hingga majalah kuno termuat di dalam catalog nasional, sehingga seseorang yang ingin mencari suatu materi, hanya perlu melakukan pencarian di laman http://kin.perpusnas.go.id/ dan tidak perlu mondar-mandir antar perpustakaan.

“Yang tercantum dalam laman tersebut hanya katalognya saja, sedangkan detail isinya tidak, sehingga apabila bahan baca yang dicari terdapat di perpusatakaan Unisma, silahkan datang. Perpustakaan kami terbuka untuk umum dan tidak ada persyaratan keanggotaan,” bebernya.
 
Dalam waktu dekat ini, Unisma juga sedang bersiap untuk target akreditasi perpustakaan. Langkah yang akan ditempuh diantaranya koleksi buku, infrastruktur, dan layanan terhadap penggunanya. Dengan akreditasi perpustakaan ini, nantinya diharapkan dapat meningkatkan grade universitas secara keseluruhan .

Sementara Wakil Perpustakaan Nasional, Khotama Wisnu Brata dan Rifa’I Achmad menyerahkan sekaligus memasang alat metadata converter tersebut sehingga data dapat terkonversi dalam standart MARC.

“Konsepnya seperti google atau mesin pencari. Bagi siapapun dapat mengakses program ini untuk mencari katalog, jurnal, buku, tugas akhir, dan lainnya, yang mana akan ada link untuk diarahkan ke website perpustakaan masing-masing. Jadi pencariannya dalam satu pintu,”  ujar Khotama. (ras/adv/oci)

Berita Lainnya :