Bidan Juga Perlu Belajar Sukses Perhotelan


MALANG - Calon bidan juga perlu belajar dari seorang manajer hotel dan pemilik salon kecantikan. Karena itulah, dalam agenda Program Pembinaan Calon Bidan Profesional (P2BP) Akademi Kebidanan (Akbid) Wira Husada Nusantara (WHN) dihadirkan para narasumber tersebut. P2BP adalah kegiatan penyambutan mahasiswa baru yang digelar WHN sejak Selasa-Kamis, (29-31/8/17).
Kepada Malang Post CEO WHN Donny Yunamawan menuturkan, bekal pengetahuan ini sengaja diberikan agar mahasiswa bisa memberikan pelayanan maksimal ketika praktik nantinya.
“Kami hadirkan Chief House Keeping dari Shangri-La Surabaya Pak Sarwono, yang mengajarkan kepada mahasiswa bagaimana menjaga kebersihan hotel dan hospitality,” ungkap Donny.
Menurutnya, sangat penting membuat customer mengungkapkan kata “Wow” ketika mendapat pelayanan yang ramah dan fasilitas yang bagus. Belajar bagaimana hotel kelas internasional memberi pelayanan terbaik pada tamu menjadi hal penting yang harus diketahui seorang bidan profesional.
Donny melanjutkan, dalam kegiatan P2BA ini, juga dihadirkan pemateri dari perusahaan penerbitan yang bertugas menyuntikkan semangat gemar membaca pada mahasiswanya. Pemateri lain yang dihadirkan adalah dari organisasi kebidanan yakni Ikatan Bidan Indonesia (IBI). Kemarin, hadir Ketua 1 IBI Jatim, Endang Sri Resmiati, S.ST M.Kes. Endang mengingatkan tantangan berat yang dihadapi para bidan ketika lulus nanti. Yakni kehadiran tenaga kerja asing yang mulai datang di Indonesia.
“Jangan sampai tuan rumah jadi penonton, karena itu kompetensi, komunikasi dan bahasa itu sangat penting,” tegasnya.
Sementara Direktur Akbid WHN Donna Dwinita Adellia menegaskan, WHN kini mulai menyiapkan jalinan kerja sama internasional dalam rangka meningkatkan mutu dan kualitas lulusan.
“Ada dua negara yang sudah siap bekerja sama yakni Jerman dan Inggris, mengenai formatnya masih digodok. Targetnya, lulusan WHN bisa memiliki gelar ganda dengan program double degree,” ujarnya.
Disinggung tentang maba yang jumlahnya stabil, Donna mengakui, WHN menjadi pilihan karena layanan dan kualitasnya. Biaya pendidikan di Akbid WHN terjangkau dengan kualitas yang bagus. Karena itu, setiap tahunnya maba WHN bisa mencapai 100-200 orang.
“Mayoritas mahasiswa baru yang datang ke sini karena mengetahui WHN dari kerabatnya,” bebernya.
Menurut ibu dua putra ini, yang membuat mahasiswa nyaman studi di WHN juga karena suasana kekeluargaan yang terbangun. Sehingga mahasiswa yang mayoritas berasal dari luar Jawa merasa menemukan keluarga barunya di WHN.
“Saya sebagai direktur juga biasa berbincang dengan mahasiswa, mereka juga bisa bebas menghubungi saya,” pungkasnya. (oci/sir)

Berita Lainnya :